RADARSEMARANG.ID, Semarang - Nahdlatul Ulama Health Summit 2023 menghasilkan beberapa rumusan atau langkah PBNU di bidang kesehatan dalam menyongsong digdaya abad kedua.
PR besarnya ialah mengintegrasikan seluruh komponen kesehatan di bawah naungan NU untuk bisa menyelesaikan persoalan kesehatan umat.
Selain itu juga meningkatkan sumber daya kesehatan mulai rumah sakit, perguruan tinggi, tenaga kesehatan baik secara kualitas dan kuantitas.
Juru bicara acara NU Health Summit 2023 dr Abdul Azis MHKes MKM (ARS) menyampaikan, Rakernas LKNU terbagi ke dalam empat komisi.
Yakni komisi I (Promotif Preventif), komisi II (Penguatan Organisasi), komisi III (Kuratif dan Rehabilitatif), dan komisi IV (Komunikasi, Edukasi, dan Informasi).
Semua komisi itu mengangkat diskusi penting ihwal perjalanan, tantangan, dan perkembangan LKNU kedepan.
“Di-support oleh lembaga kesehatan NU yang terdiri atas Perhimpunan Dokter NU (PDNU), Asosiasi Rumah Sakit NU (Arsinu), dan Asosiasi Perguruan Tinggi Kesehatan NU (Aptikesnu). Kemarin juga terbentuk Himpunan Perawat NU,” ujar Azis yang juga menjabat sebagai Direktur RS NU Demak kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (13/8).
Ia menambahkan, semua lembaga kesehatan pendukung sebagai dirigen yang akan dikawal dan dipimpin oleh LKNU.
Yang kemudian akan mengorkestrasikan seluruh komponen yang kaitannya dengan kesehatan.
Dalam acara tersebut LKNU juga memetakan khittah abad kedua. Yang garis besarnya bermuara merawat peradaban yang harus bisa dirasakan manfaatnya.
“Strategi ke depan ialah pembentukan keluarga maslahat yang akan kita integrasikan dengan isu stunting pemerintah. Kita mulai dari hal kecil dan kita akselerasikan hingga membentuk kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik,” tandasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Dokter NU (PDNU) terpilih Dr dr M S Niam M.Kes Sp.B SubspBD (K) FINACS mengungkapkan, hasil NU Health Summit 2023 ialah membuat rancangan program sinergi lintas lembaga dan institusi.
Lembaga kesehatan NU berupaya merancang program digdaya di bidang kesehatan. Namun untuk mencapai hal itu perlu menuntaskan kesenjangan komponen kesehatan di NU sendiri.
“Sesuai permintaan dari Pak Menkes untuk memperbaiki produktivitas dan kualitas rumah sakit, perguruan tinggi, dan tenaga kesehatan. selain itu mengintegrasikan seluruh komponen kesehatan di bawah naungan NU,” terangnya.
Selama ini, institusi kesehatan baik rumah sakit dan klinik masih jalan sendiri-sendiri. Sehingga integrasi antar rumah sakit, klinik, dan perguruan tinggi kesehatan menjadi pikiran utama.
Adapun langkah jangka pendek yakni mengonsolidasi semua rumah sakit agar terintegrasi.
“Total rumah sakit NU ada sekitar 50 yang sudah bergabung. Kalau faskes belum dipetakan secara keseluruhan,” tandasnya.
Ketua LKNU dr H Zulfikar As'ad menyebut rakernas yang baru saja usai itu merupakan payung besarnya LKNU. Yakni mewadahi semua lembaga kesehatan di tubuh NU.
Dengan harapan semua institusi yang akan dikelola nantinya betul-betul sesuai harapan masyarakat atau berkualitas.
“Selama ini lembaga belum baik tetap kita upayakan. Dengan motivasi Menkes kemarin kita harus meningkatkan kualitas rumah sakit, tenaga kesehatan, dan kampus sehingga mahasiswa lulusannya bagus dan memenuhi kebutuhan” ucapnya.
Diakuinya, saat ini pihakny punya mimpi untuk mendirikan atau mewujudkan rumah sakit NU ynag terintegrasi, monumental, dan besar.
Namun saaat ini lebih fokus untuk memperkuat jejaring antar rumah sakit yang bernafaskan ahlussunnah wal jamaah.
“Langkah ke depan, jangka pendek, kita sinkronkan antarrumah sakit dan kampus,” jelasnya. (mia/ton)
Editor : Baskoro Septiadi