RADARSEMARANG.ID, Semarang – Proses shooting program Jawa Pos TV di kawasan Kota Lama, menarik perhatian para pelancong.
Sang narasumber lah yang menjadi magnet. Ya, dia adalah Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Bahkan di sela shooting, tak sedikit pengunjung yang menghampiri dan mengajak orang nomor satu di Kota Semarang itu selfie.
Sore (12/8) itu suasana syahdu. Cuaca cukup bersahabat. Di bawah pohon rindang Taman Sri Gunting, Mbak Ita-sapaan akrab Hevearita- semangat bercerita mengenai konsep pembangunan ibu kota Jawa Tengah.
Utamanya terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sang presenter, Baehaqi, pun memuji upaya wali kota perempuan pertama di Semarang itu, memperbanyak pembangunan taman pasif di setiap sudut kota. Taman pasif akan ditanami banyak pohon untuk menciptakan udara sejuk.
Baru-baru ini, Mbak Ita juga meresmikan taman titik nol kilometer. Taman pasif juga akan dibangun di sekitar Dinas Kesehatan. Tidak hanya mengandalkan APBD, pembangunan taman pasif juga menggandeng pihak ketiga.
Mbak Ita berharap inovasi-inovasi taman tersebut akan menjadikan Kota Semarang lebih sejuk.
"Dengan adanya inovasi-inovasi itu, kita akan terhindar dari panas yang cukup luar biasa. Kami harap di Kota Semarang jangan sampai panas sekali," ucapnya.
Selain itu, Mbak Ita juga terus mendorong pertanian perkotaan (urban farming). Selain untuk menjaga ketahanan pangan Kota Semarang, urban farming juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjadikan Kota Semarang lebih hijau dan sejuk.
“Dampaknya tidak hanya terhadap cuaca, tetapi juga terhadap ekonomi dan pariwisata di Kota Semarang,” tambahnya.
Penataan taman di kawasan Kota Lama, tempat syuting ini juga tak kalah menjadi perhatian. Mbak Ita mengungkap syukur karena tempat bersejarah ini telah mendapatkan cagar budaya Semarang Lama. Kawasan ini menjadi bukti sejarah yang mesti dilestarikan.
Di bawah kepemimpinan Mbak Ita, penataan kota mengusung konsep humanis, estetis, dan ramah difabel.
Tak berfokus di Taman Srigunting, sesekali perbincangan sembari berjalan untuk melihat hasil penataan Kota Lama yang lebih rapi dan estetik.
Di sela usai take shooting, beberapa pengunjung menghampiri dan mengajak selfie.
“Izin minta foto ya buk,” ujar salah satu wisatawan bersama buah hatinya.
Selepas proses shooting, Mbak Ita menyempatkan diri mampir ke gedung oudetrap. Melihat karya arsitek Unnes yang dipamerkan.
“Makasih ya buk, sudah datang. Habis ini minta foto ya Bu Ita…” pinta salah satu mahasiswa.
Pembangunan taman selain di pusat kota, akan dilakukan di kelurahan dan kecamatan agar bisa digunakan masyarakat untuk kegiatan. (den/ifa/zal)
Editor : Baskoro Septiadi