RADARSEMARANG.ID, Semarang—Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik akan difokuskan untuk mengantisipasi dampak El-Nino. Khususnya antisipasi krisis pangan.
Salah satunya dengan dengan penguatan dan penyadaran budaya urban farming dalam bentuk budidaya ikan.
“Kami berharap, TMMD ini menjadi kesempatan untuk memberikan pelatihan dan peningkatan SDM dalam hal urban farming. Baik pertanian, budidaya ikan atau lainnya,” kata Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Mbak Ita, sapaan akrabnya menyebut kemungkinan terburuk dampak El-Nino adalah terjadinya krisis pangan. Sehingga perlu diantisipasi dengan melibatkan semua stakeholder.
Menurutnya, dampak El Nino sudah mulai terasa. Terlihat dengan udara yang semakin kering, suhu udara panas, dan jarang turun hujan.
Kondisi itu membuat produktivitas lahan pertanian masyarakat menurun.
Makanya, meningkatkan produktivitas melalui pertanian dan budidaya ikan melalui urban farming menjadi langkah tepat. Sebab, ketersediaan pangan terjaga, berpengaruh pada inflasi yang stabil.
“Muaranya dapat membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem,” paparnya.
Dandim 0733 Kota Semarang, Letkol Inf Rahmad Saerodin mengaku pihaknya menggencarkan pembangunan fisik.
Beberapa diantaranya betonisasi jalan penghubung antara Jabungan dengan Gedawang. Dari total 1,5 kilometer, masih tersisa 400 meter lagi untuk diselesaikan.
Selain itu membangun tandon air PDAM dan RTLH yang bekerjasama dengan Baznas Kota Semarang. Sebanyak 15 rumah sedang dibangun untuk masyarakat dan sudah mencapai 80 persen.
"Salin itu, sosialisasi maupun pelatihan baik kesehatan, pendidikan, pertanian, dan UMKM bekerja sama dengan sejumlah OPD Kota Semarang," jelasnya. (mia/bud)
Editor : Agus AP