Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

BKKBN Libatkan Juken Atasi Stunting

Khafifah Arini Putri • Jumat, 11 Agustus 2023 | 21:37 WIB

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Deputi Adpin BKKBN Sukaryo Teguh Santoso saat berfoto bersama Perkumpulan Juken di Balai Kota Semarang, kemarin.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Deputi Adpin BKKBN Sukaryo Teguh Santoso saat berfoto bersama Perkumpulan Juken di Balai Kota Semarang, kemarin.
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Jawa Tengah terus menggencarkan program percepatan penanganan stunting. Salah satunya menggandeng Perkumpulan Juang Kencana (Juken).

Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, upaya pengentasan stunting Perkumpulan Juken dilibatkan secara aktif menjadi tenaga penunjang.

Baik sebagai pendamping, senior lapangan, maupun memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Juken ini sesungguhnya orang-orang yang menggeluti program stunting. Mereka pensiunan BKKBN tapi masih produktif dan pengalaman serta kapasitas yang baik,” kata Teguh usai kegiatan Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Balai Kota Semarang, Kamis (10/8).

Menurutnya Juken mempunyai peran strategis dalam menggerakkan program bangga kencana. Mereka bisa menganalisis masalah dengan cepat, melakukan KIE, bahkan bersama-sama membangun kesepakatan. Termasuk membina keluarga di wilayah binaan.

“Jumlah anggota Juken ada 11 ribu. Jadi peranan Juken ini sungguh strategis dalam rangka menggerakkan program bangga kencana di lapangan. Terutama dalam upaya percepatan penurunan stunting,” imbuhnya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menambahkan upaya penanganan stunting ini harus dari hulu ke hilir.

Tidak hanya intervensi pada anak saja. Melainkan pada remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil.

Menurutnya generasi muda harus menerapkan pola hidup sehat dengan makan asupan bergizi.

Misalnya makan sehari dengan dua telur kemudian juga minum tablet tambah darah. Diharapkan upaya seperti ini bisa mencegah stunting pada kelahiran anak.

Pihaknya menyebut selain anemia, salah satu penyebab stunting karena pernikahan dini. Hal tersebut berpengaruh pada kurangnya faktor ekonomi.

“Karena itu, kami mendorong masyarakat, khususnya generasi milenial untuk mengedukasi sesama temannya,” tegasnya. (kap/bud)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#BKKBN #web