RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sekitar 800 umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan Rabu (2/8) malam.
Selain puncak persembahyangan, momen itu juga dimanfaatkan untuk melangitkan doa untuk NKRI. Yakni doa hangayubagyo kemerdekaan dan doa kedamaian menghadapi pemilu serentak 2024.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, umat Hindu mulai memadati Pura Giri Natha di Jalan Sumbing No.12, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur sejak sore. Beragam sesaji perwujudan rasa syukur diletakkan di altar pura dan tempat pandita.
Perayaan Galungan ini diikuti dari beragam usia, pria dan wanita. Mereka mengenakan baju adat Bali bernuansa putih dengan selendang yang diikat di pinggang. Alunan doa dilantunkan dengan suara merdu. Membuat umat makin khusyuk menjalani setiap prosesi.
Ketua Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia PHDI Kota Semarang Nengah Wirta Darmayana mengungkapkan, persembahyangan dimulai pada pukul 19.00 hingga selesai.
Umat yang hadir tak hanya dari Kota Semarang, namun juga dari daerah sekitar seperti Kendal, Demak, dan Ungaran.
Puncak persembahyangan bertepatan dengan Hari Raya Galungan yang merupakan hari kenangan Dharma (kebajikan) melawan Adharma (kejahatan).
"Dharma adalah menyatunya pikiran kita dengan rohani. Dalam konteks ini tentunya adalah pikiran yang baik. Untuk mereduksi pikiran atau perilaku yang negatif," katanya.
Dijelaskan, prosesi persembahyangan diawali dengan pencaruan yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Tujuannya untuk menyeimbangkan alam semesta dan hati. Menurunkan aura negatif dan menaikkan aura positif.
"Setelah itu, dilanjutkan persembahyangan bersama yang diawali dengan persembahan tarian. Dan ditutup dengan Dharma Wacana atau khutbah," terang Nengah.
Ia menambahkan, doa hangayubagyo kemerdekaan menjadi satu dengan Hari Raya Galungan. Ia berharap, kemenangan dharma mampu menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas bangsa Indonesia agar senantiasa aman dan damai.
"Malam hari ini melaksanakan persembahyangan bersama sekaligus mendoakan negara kita yang sudah berumur 78 tahun supaya senantiasa kita langgeng, aman, tentram. Begitupula pada 2024 nanti menghadapi pemilu serentak," jelasnya. (mia/ton)
Editor : Baskoro Septiadi