Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Aksi Demo Diwarnai Pembakaran Mobil Bikin Suasana Simpang Lima Semarang 'Mencekam', 3 Helikopter Berseliweran

Muhammad Hariyanto • Senin, 31 Juli 2023 | 18:38 WIB
Kawasan Simpang Lima mendadak
Kawasan Simpang Lima mendadak


RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kawasan Simpang Lima mendadak 'mencekam'. Ratusan orang yang melakukan aksi demontrasi berlangsung anarkis Senin (31/7/2023) pagi. Bahkan, aksi demontrasi diwarnai suara pembakaran mobil dan suara ledakan. 

Aksi demontrasi juga menyerang sejumlah security di gedung-gedung pemerintahan. Bahkan juga merusak dan melakukan pembakaran.

Petugas gabungan dari Polri dan TNI yang bertugas di lokasi, terus memukul mundur peserta aksi, dan berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga provokator. 

Ternyata, aksi demontrasi tersebut hanyalah simulasi. Kegiatan ini untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan dalam pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum dan Pemilihan Legislatif, serta Pemilihan Kepala Daerah.

Tiga pesawat helikopter dari kepolisian dan TNI juga dikerahkan dalam kegiatan simulasi tersebut.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro, sert Pemerintah Propinsi Jawa Tangan melakukan kegiatan bersama terkait simulasi tersebut.

Kapolda menyebut, kegiatan yang dilakukan dalam rangka melakukan pengamanan dan penanggulangan terjadinya aksi yang tidak diinginkan. 

"Kegiatan yang kita lakukan dalam rangka melakukan pengamanan penanggulangan terkait dengan VVIP. Jadi penanganan penanggulangan yang mempunyai kotegensi tinggi, kita latihkan bersama-sama Kodam IV Diponegoro, dan Polda Jawa Tengah," ungkapnya usai menghadiri kegiatan dimulai di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Senin (31/7/2923). 

"Latihan kita maksudkan untuk menyamakan persepsi di samping meningkatkan profesionalisme dalam rangka melakukan kegiatan tahapam tahapan pemilu diwiayah Jawa Tengah, baik itu di DPD, DPRD PilPres sampai nanti Pilkada di masing masing kota," sambungnya. 

Lanjutnya mengatakan, kesiapan ini digunakan untuk menyamakan persepsi, dan meningkatkan profesionalisme, termasuk melakukan penandatanganan Standar Operasional Prosedural (SOP) Kodam IV Diponegoro dan Polda Jawa Tengah.

Tujuannya untuk bersama sama untuk memangkas adanya birokrasi manakala diwilayah Polda Jawa Tengah terjadi adanya ektalasi kontegensi. 

"Terakhir, ini adalah bentuk wujud dari pada sinergitas TNI Polri, di wilayah hukum Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro. Untuk kedepannya menjadi yang terbaik dalam rangka mengatasi penetrasi di wilayah kita," pungkasnya. 

Pangdam IV Diponegoro, Mayjend TNI Widi Prasetijono menyampaikan, latihan bersama ini berjalan dengan lancar.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan contoh kecil untuk kebersamaan dalam mengambil tindakan manakala terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. 

"Kita semua tetap berharap bahwa pelaksanaan pilpres maupun pilkada nantinya berjalan dengan lancar  tidak ada kendala, masyarakat bisa menerima dengan ikhlas apapun hasilnya," katanya. 

Pangdam menambahkan, hal paling penting adalah jajaran TNI, Polri dan Pemerintah Daerah untuk selalu bersinergi. Sehingga, harapannya semua kegiatan akan berjalan lancar dan aman. 

"Dan ini sudah kita lakukan dari waktu yang lama, ini menjadi kebutuhan, tentara bekerja sendiri, polisi bekerja sendiri, pemerintah bekerja sendiri, tetapi selalu bekerjasama untuk bersama sama mengatasi permasalahan di lapangan," imbuhnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Polda Jateng #Pemilu 2024 #Kapolda #Simulasi Demonstrasi