Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

8 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jangli Semarang, Salah Satunya Ambulans

Muhammad Hariyanto • Rabu, 26 Juli 2023 | 23:17 WIB
Kecelakaan beruntun melibatkan delapan kendaraan di tol janglis Semarang Rabu (26/7/2023).
Kecelakaan beruntun melibatkan delapan kendaraan di tol janglis Semarang Rabu (26/7/2023).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kecelakaan beruntun terjadi di ruas jalan tol Jangli KM 432.600 C/A Kota Semarang, Rabu (26/7/2023) sekitar pukul 09.45. Kecelakaan ini melibatkan delapan kendaraan, satu diantaranya mobil ambulans.

Kecelakaan beruntun ini melibatkan bus Garuda K-7261-KB, warna hijau dikemudikan, Noor Kholis warga Gendongan, Gebog, Kabupaten Kudus. Mobil pikap boks Mitsubishi L300 warna Coklat H-8373-DQ, dikemudikan Khiurur Rozi, warga Jalan Wologito Barat, Kembangarum Semarang Barat.

Kemudian mobil Nissan Grand Livina warna Biru bernopiol K-9184-YB, dikemudikan Edi Widodo, warga Jalan Lempuyang, Kecamatan Banyumanik. Mobil Daihatsu Grandmax putih H-8291-JE, dikemudikan, Ahmad Zaenudin, warga Demak. Mobi pikap Mitsubishi L300 warna hitam H-8796-MA, dikemudikan David Bagus YW, warga Jalan Gunung Jati Utara, Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.

Berikutnya, Truck Hino warna Hijau H-8895-EQ, dikemudikan Hendri Supriyanto, warga Kuwasenrejo, Pongangan, Kecamatan Gunungpati. Truck Mitsubishi FE71L warna Kuning W-8043-PD, dikemudikan M Rifai, warga Jalan Geodngsongo, Manyaran, Semarang Barat. Mobil Ambulan Suzuki Luxury APV warna Putih K-8009-XD dikemudikan Eka Prasetya HS, warga Tunggulsari, Kaliori Kabupaten Rembang.

Kecelakaan bermula saat Bus Hino Garuda tersebut melaju di jalur kanan dari arah selatan menuju utara. Sesampai melintas lokasi kejadian, bus terlihat kecelakaan beruntun dengan empat kendaraan yang melaju searah di depannya.

"Diduga pengemudi Kbm Bus Hino Garuda, saat berkendara kurang waspada pandangan depan dan tidak menjaga jarak aman. Sehingga terjadi kecelakaan beruntun dengan kendaraan yang melaju searah didepannya," ungkap Kasat lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (26/7/2023).

Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan awal dengan bus Garuda, adalah mobil Pick Up Box Mitsubishi L300, Nissan Grand Livina, Daihatsu Grandmax, Pick Up Mitsubishi L300. Namun, bus tersebut belum berhenti dan akhirnya terlibat kecelakaan Truck Hino 110SDL, Truck Mitsubishi FE71L dan mobil ambulan.

"Setelah laka, Kbm Bus Hino Garuda oleng kekiri, kemudian terjadi (lagi) kecelakaan dengan tiga Kbm, yang melaju searah didepannya," katanya.

Sementara, Kanit Laka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Adji Setiawan, mengatakan kepolisian Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP.

Pihak pengemudi yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan guna dimintai keterangan."Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Hanya kerugian materiil, akibat kerusakan kendaraan. Pasien ambulan, juga tidak mengalami luka," kata.

Bus Hino Garuda rusak pada kaca depan pecah dan bodi depan ringsek. Pick Up Box Mitsubishi L300 warna Coklat, rusak pada box ringsek, kaca depan pecah, bodi depan ringsek.

Nissan Grand Livina rusak pada bodi belakang dan kaca belakang pecah, kap depan dan bumper pesok.

Daihatsu Grandmax rusak pada bodi depan ringsek dan lampu depan pecah. Pick Up Mitsubishi L300 warna hitam rusak pada bak belakang pesok. Truck Hino 110SDL rusak pada bodi belakang tergores.

Truk Mitsubishi FE71L rusak pada bodi belakang kanan pesok. Ambulan Suzuki Luxury APV, rusak pada bodi belakang tergores.

"Dugaan penyebabnya ya hanya kurang waspada pandangan depan aja. Itu kan ada kegiatan pengerjaan jalan, sehingga ada perlambatan. Namun Bus Garuda, kurang waspada, kurang menjaga jarak," bebernya.

Kejadian ini sempat menimbulkan kemacetan. Sebab, kendaraan yang terlibat kecelakaan ada yang berada di tengah jalan. Termasuk juga, adanya proses evakuasi.

"Ya, sekitaran satu jam (ketersendatan), untuk steril dan evakuasi," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kejadian semarang #kecelakaan semarang #tol semarang