RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tingkah laku dan wajah Cipung sungguh menggemaskan. Banyak yang ingin memegang atau menggendongnya. Tapi tak ada yang diizinkan memegang Cipung sembarangan demi keselamatan yang bersangkutan.
Cipung yang menggemaskan ini bukan sosok Rayyanza, putra kedua artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Namun Cipung adalah anak harimau benggala koleksi Semarang Zoo. Meskipun baru berusia 9 bulan, tapi Cipung tetap bisa menggigit atau mencakar.
Walau bukan adik Rafathar, tapi Cipung harimau benggala ini tetap punya “hubungan” dengan Raffi Ahamad. Pemilik RANS Manajemen ini yang memberikan nama Cipung untuk bayi harimau Jantan tersebut.
“Ya jadi pada tanggal 25 Desember 2022 kita kedatangan tamu Raffi Ahmad dan keluarga ke sini dalam rangka kerjasama dengan beliau. Pada saat itu ada kelahiran anak harimau yang berusia sekitar 2 bulan dan belum diberi nama. Saat beliau datang ke sini sekaligus ngasih nama harimau kita, Cipung itu,” ujar Direktur Semarang Zoo Choirul Awaludin Selasa (11/7).
Cipung kini jadi idola baru di Semarang Zoo. Tak jarang para pengunjung Semarang Zoo menanyakan keberadaannya. “Cipung mana sih? Cipung di mana ya?” ujar Awaludin menirukan pengunjung yang ingin melihat Cipung.
Tentu saja pengelola Semarang Zoo tidak sembarangan memperlihatkan bayi harimau ini pada pengunjung umum. Pada saat-saat tertentu pengunjung bisa melihat keberadaan Cipung.
"Harapan kami supaya banyak orang bisa datang ke sini, nonton Cipung. 'Oh ini loh yang dikasih nama sama Raffi Ahmad'. Nanti bisa foto, terus tag Raffi Ahmad, gitu kan," jelas Awaludin.
Sehari-hari, Cipung bersama saudara kembarnya ditempatkan dalam kendang khusus. Saudara kembarnya memiliki warna bulu yang lebih putih, beda dengan Cipung dengan warna kuning bergaris hitam. Saudara kembar Cipung belum diberi nama.
Di usianya yang menginjak 9 bulan, berat badannya telah mencapai 100 kg. Cipung merupakan harimau termuda di antara harimau-harimau lain yang ada di Semarang Zoo.
Populasi harimau benggala di Semarang Zoo cukup banyak. Total terdapat 12 ekor harimau, jantan dan betina. Beberapa merupakan harimau hasil perkembangbiakan di Semarang Zoo.
Sudah beberapa kali satwa karnivora di tempat ini berhasil beranak dan mampu bertahan hingga dewasa.
Harimau di kebun binatang ini diberi makan daging merah (sapi) dan daging putih (ayam). Setiap ekor bisa menghabiskan lima kilogram daging per harinya. Penjaga harimau berinteraksi langsung dengan harimau ketika mengurus mereka.
Menurut Awaludin, merawat binatang bukan perkara mudah, terlebih lagi binatang buas. Diperlukan keahlian khusus. Harimau mempunyai bau kotoran yang menyengat, sehingga perawatannya dianggap lebih sulit karena harus rajin membersihkan kotorannya.
Selain itu, binatang yang mempunyai taring tajam ini mengharuskan kita untuk meningkatkan rasa waspada ketika berdekatan dengannya. Tak jarang keeper yang merawatnya terkena gigitan taring maupun cakaran kakinya.
Setiap pagi Cipung dan kembarannya dimandikan oleh keeper yang merawatnya. Cipung akan bertindak agresif kepada orang yang baru ditemuinya.
Hal ini mengharuskan harimau memiliki keeper tersendiri karena merupakan binatang yang memiliki tingkat sensitifitas cukup tinggi.
Harimau memiliki sifat one man, yaitu hanya bisa terbiasa dengan satu orang. Jika seekor harimau telah terbiasa dengan satu orang dan mengenali bau orang itu, maka ketika ada kehadiran orang lain, dia akan memasang insting siaga. (mg10/mg12/ton)
Editor : Baskoro Septiadi