Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kurma di Masjid Agung Jawa Tengah Sudah Berbuah Lima Tangkai, Jadi Peneduh MAJT

Magang Radar Semarang • Jumat, 14 Juli 2023 | 16:53 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat memanen kurma usai menunaikan salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah 29 Juni 2023.
Menko Polhukam Mahfud MD saat memanen kurma usai menunaikan salat Idul Adha di Masjid Agung Jawa Tengah 29 Juni 2023.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ingin melihat pohon kurma, kini tak perlu jauh-jauh ke kawasan Arab. Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) telah berhasil menanam kurma dan kini telah berbuah.

Sejak 10 September 2021, pengelola MAJT berinisiatif menanam kurma. Tercatat ada 150 pohon yang ditanam di kawasan MAJT.

Pengelola MAJT Istajib AS menjelaskan, pihaknya menanam 135 pohon kurma jenis barhi dan 15 kurma ajwa atau juga dikenal sebagai kurma Nabi. Pohon kurma tersebut berada di lahan parkir, taman, serta pinggiran-pinggiran jalan MAJT.

“Insya Allah nanti dalam waktu dekat, tidak lebih 1 bulan, akan ditambah 25 pohon jenis medjool dan ajwa untuk ditanam di kawasan Kakbah, nantinya akan dijadikan Little Makkah,” jelasnya.

Istajib mengaku belajar cara menanam pohon kurma melalui media sosial. Mulai dari cara pemupukan kurma, penyiraman, serta cara merawat pohon kurma yang benar.

Termasuk menangani hama. “Hama yang mengganggu itu biasanya adalah kwangwung,” jelas mantan anggota DPRD Jateng ini.

Pengelola MAJT mempekerjakan beberapa karyawan yang rutin merawat dan memantau perkembangan pohon kurma. Saat pertama kali ditanam, setiap lubang tanam diberi 30-35 kilogram pupuk organik.

Setelah satu bulan tumbuh, baru diberi pupuk kimia dan penyubur pohon. Kemudian, setiap dua atau tiga minggu sekali daun kurma itu rutin disemprot insektisida, terutama bagian pupusnya, agar tidak diserang hama kwangwung.

“Tidak ada kesulitan yang serius, biasa saja seperti orang menanam pohon kelapa atau kelapa sawit. Serangan utamanya adalah kwangwung,” ujarnya. Tipe kurma tropis membuat tanaman khas Timur Tengah ini bisa tumbuh di Indonesia.

Dijelaskannya, pengurus MAJT sepakat menanam kurma karena ingin kawasan ini teduh dengan tanaman khas Timur Tengah.

“Kami ingin membuat suasana baru, kesan madinah, kesan mekah di MAJT yang merupakan masjid kebanggan masyarakat Jawa Tengah,” ungkapnya.

Saat ini sudah ada satu pohon yang berbuah. Istajib cukup bersyukur karena di usia muda, pohon kurma yang ditanam itu sudah berbuah sebanyak 5 tangkai.

Bahkan saat Idul Adha 29 Juni 2023 lalu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) Mahfud MD sempat memanen kurma di MAJT.

Di luar kawasan masjid, MAJT masih memiliki lahan seluas 22,5 hektare. Rencananya di lahan tersebut akan dibangun rumah sakit, lembaga pendidikan dan bangunan lain. Pohon kurma menjadi pilihan utama untuk meneduhkan kawasan ini.

“Kawasan ini nanti kami setting dengan tanaman kurma, di samping juga ada tanaman-tanaman asli Indonesia misal mangga, sawo kecik, atau kelapa yang bisa menjadi peneduh, tapi kurma akan mendominasi,” tuturnya. (mg11/mg13/ton)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kurma #pohon kurma #MAJT