RADARSEMARANG.ID, Semarang - Edi Sarjono, ayah almarhum Ahmad Arsyad Disky yang jatuh pingsan dan akhirnya meninggal di acara tontonan Summer Tour JKT48 di Mall Tentrem mendatangi Polrestabes Semarang Kamis (13/7) sekitar pukul 15.00.
Ia memenuhi pemanggilan pemeriksaan penyidik Unit Pidana Umum Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Ditanya-tanya mengenai kronologi dari awal almarhum, dari rumah datang ke lokasi konser. Kakak saya menyampaikan, jam 07.00 pagi itu (korban) nge Gym, ya sekitaran setengah jam. Terus pulang makan, terus jam 09.30 berangkat nonton konser, keluar rumah itu dalam kondisi sehat, tidak ada riwayat penyakit apa-apa," ungkap Edi Eriadi, kerabat korban Kamis (13/7).
Terlihat, raut muka Edi Sarjono sangat sayu, sesaat usai keluar dari ruang pemeriksaan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Semarang.
Pria paro bayah tersebut lebih banyak diam. Edi Eriadi menjelaskan pertanyaan dari penyidik seputar kejadian insiden kematian saudaranya saat menonton acara JKT48 di Mall Tentrem.
Edi Eriadi juga menyebutkan, korban berangkat dari rumah sendirian dan pamit dengan orangtua ketika akan nonton acara tersebut. Namun juga sudah janjian dengan temannya perempuan, bernama D, yang juga merupakan atlet Kempo, sama dengan korban.
"Dia (D) baru besok Jumat mau datang ke reskrim (diperiksa). Sampai sekarang masih syok," jelasnya.
Edi Hariadi juga mengatakan, manajemen Mall Tentrem telah mendatangi rumah duka. Ada enam orang yang datang.
"Tetapi menurut saya telat, karena apa, kita makamkan (jenazah) jam 10.00. Dia datang jam 13.30. Dan hanya sebatas menyampaikan bela sungkawa,” jelasnya.
Pihak keluarga juga menolak pemberian tali asih dari Mall Tentrem. "Memang kita menolak karena belum selesai. Karena kami berpikir belum jelas (kejadian) ini seutuhnya, ketika itu nanti kita terima ya sudah selesai," ujarnya.
Pihak keluarga berharap, permasalahan kejadian ini bisa selesai secara terang benderang. Selain itu juga berharap, pihak Mall Tentrem bisa menjelaskan secara detail terkait kejadian sebenarnya di TKP.
"Harapan kami dari Mall Tentrem datang ke rumah untuk menjelaskan gimana sih kejadian di sana, sampai hari ini belum ada. Ya ada itikad baik sewajarnya. Ini menyangkut nyawa," katanya.
"Seharusnya ada evaluasi lagi, penyelenggaraan tidak seperti itu lagi, supaya tidak ada korban lagi," timpal Edi Sarjono dengan air mata mengalir. (mha/ton)
Editor : Baskoro Septiadi