Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Begini Sosok Ahmad Arsyad Disky, Remaja yang Meninggal saat Konser JKT48 di Mall Tentrem Semarang

Muhammad Hariyanto • Kamis, 13 Juli 2023 | 16:22 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat takziah dan bertemu dengan orang tua Ahmad Arsyad Disky.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat takziah dan bertemu dengan orang tua Ahmad Arsyad Disky.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kematian Ahmad Arsyad Disky, 17, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya. Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Semarang ini dikenal baik dan rajin salat berjamaah. Bahkan ia seorang atlet Kempo yang berprestasi. 

"Iya, kebetulan saya pelatihnya langsung. Pada kejuaraan Popda Kota Semarang, kemarin, dia meraih juara dua, medali perak. Pada Kejurkot, dia meraih juara satu," ungkap Pelatih Kempo Dojo SMP N27 Semarang Iwan Kiswara di rumah duka Rabu (12/7). 

Iwan mendengar kabar dari salah satu muridnya bahwa Arsyad jatuh lalu pingsan di acara tontonan dan dilarikan ke rumah sakit Tlogorejo. Seketika itu, Iwan langsung menuju lokasi rumah sakit bersama muridnya untuk melihat secara pasti kondisi kesehatan Arsyad. 

"Dari pihak rumah sakit, entah gagal jantung, saya tidak namanya istilah medis, sampai sana sudah dinyatakan meninggal. Informasi yang saya terima, katanya juga habis nge-gym, tapi itu di luar dari aktivitas Kempo," bebernya. 

Rumah duka di Jalan Merbau Raya, Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik terlihat sederhana. Sejumlah karangan bunga juga berjajar di depan rumah korban. Warga sekitar termasuk, para rekan korban juga banyak yang hadir untuk takziah dan mengantarkan jenasah ke tempat peristirahatan terakhirnya, di TPU Trunojoyo, Rabu (12/7). 

Arsyad merupakan anak pertama dari dua bersaudara, pasangan suami istri Edi Sarjono dan Sri Rejeki. Terlihat, sang ibu hanya duduk di kursi teras rumah. Wajahnya sedih, syok. Sempat terlihat meneteskan air mata. 

Salah satu rekan korban yang juga merupakan atlet Kempo, Muhammad Nafi Ali, mengakui mengenal dekat dengan korban. Remaja ini juga menyebut, korban suka menolong.

"Sempat beberapa waktu lalu saya ada tanding ke sekolahan. Itu saya pulang mau naik BRT, tapi tidak tahu arahnya. Terus dibantu dia, malah diantar sampai tujuan," katanya. 

Ketua RT 5 RW 8 Kelurahan Padangsari Rustianto mengaku mengenal korban dengan baik. Di lingkungan masyarakat juga dikenal baik dan tidak pernah membuat masalah. 

"Dia rajin salat, selalu ke masjid bareng bapaknya, entah itu Subuh, Isya, Maghrib bareng," bebernya. 

Usai kejadian ini, pihak keluarga telah bertemu manajemen mal. Keluarga sudah ikhals dengan kepergian Arsyad. "Biaya-biaya ditanggung pihak Tentrem," jelasnya. 

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga mendatangi rumah korban, dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini menyampaikan akan melakukan evaluasi terhadap acara konser di Kota Semarang. 

"Pastinya (evaluasi), nanti kami akan meminta kepada teman-teman Disbudpar, karena memang yang pertama kalau emang ada kegiatan pasti ada perizinan. Tapi mungkin juga evaluasi untuk kapasitasnya, SOP untuk ada emergency, kan biasanya kalau kita rapat saja ada emergency kan. Kalau misal sakit harus kemana, kami akan mengecek tentang konser-konser yang ada di Semarang," katanya.

Ita menyebut, berdasarkan dari cerita pihak keluarga, korban dalam kondisi sehat pagi harinya. Namun, di tengah konser itu korban diduga merasa sakit hingga kemudian jatuh dan pingsan.

"Saya enggak tahu yang di dalamnya ya. Mungkin karena konsernya, berdiri mungkin penuh, karena memang JKT 48 gitu kan pasti fansnya banyak. Tapi di rumah sakit sudah dikatakan dokter meninggal dan berhenti jantung," jelas dia. (mha/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#JKT48 Summer Tour 2023 #Wota Semarang Meninggal #kejadian semarang