Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pemasaran Sawo Raksasa hingga Jepang dan China

Agus AP • Kamis, 12 Januari 2023 | 17:50 WIB
Adimungkas Erkanto, petani milenial asal Mijen Semarang yang mengembangkan tanaman buah, termasuk sawo raksasa. (FIGUR RONGGO WASSALIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Adimungkas Erkanto, petani milenial asal Mijen Semarang yang mengembangkan tanaman buah, termasuk sawo raksasa. (FIGUR RONGGO WASSALIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebun buah Sinar Valentine di Wonolopo Mijen ini tampak subur.

Ada ribuan bibit dari berbagai macam tanaman buah, mulai dari strawbery, anggur, alpukat, mangga, jambu, cherry, plum, kelengkeng, hingga mamey sapote atau sawo raksasa.

Hal itu berkat ketelatenan Adimungkas Erkanto, 27, yang memang hobi menanam buah.

Meski begitu, pemuda jebolan Pondok Pesantren Almadani Gunungpati mengistimewakan buah Mamey Sapote yang berasal dari Hawai Amerika Serikat.

"Paling diunggulkan ya sawo raksasa atau Mamey Sapote," jelasnya saat ditemui di kebunnya, Rabu (11/1).

Adi mengutarakan sawo mamey Sapote pasalnya berbeda dari sawo pada umumnya. Hal itu terlihat dari karakter buah dengan berat hingga 4 kilogram, dan panjang mencapai 10 cm.

Sawo raksasa ini memiliki daging berwarna merah dengan rasa seperti ubi jalar. "Dagingnya banyak dan buahnya besar, rasanya manis, dan gurih," terangnya.

Adi melakukan budidaya bibit tanaman buah di sela kesibukan kuliah. Semula, iseng ikut berkebun bersama kakaknya Ismanto.

"Di kampus UIN Walisongo Semarang mengambil jurusan dakwah, namun pekerjaan sehari-harinya bertani," jelasnya.

Adi membeberkan, di kebun buahnya memiliki tiga jenis indukan Mamey Sapote jenis Magana, Kiways, dan Loreto. Sawo raksasa bisa dibilang jenis tanaman langka di Indonesia.

Tahun 2009 mulai dibudidayakan di daerah Mijen, kemudian tahun 2015 terlihat hasilnya tumbuh buah besar. Ia pun mengembangkan ratusan bibit.

"Pada saat itu, mulai dipromosikan ke berbagai daerah di Indonesia," ungkapnya.

Promosi sawo raksasa ini melalui Facebook, Instagram, Youtube, dan berbagai media sosial lainnya. 

Harga mulai Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta, tergantung besar kecilnya tanaman. “Hasilnya cukup menjanjikan,” katanya.

Bahkan, sudah banyak masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia membeli tanaman hasil budi dayanya. Banyak juga peminat dari luar negeri yang memesan bibit sawo raksasa.

Di antaranya dari Thailand, Abu Dhabi, Algeria, China, bahkan Jepang. "Jika ada pemesanan dari luar negeri terkendala pengiriman," keluhnya.

Ia berharap pemerintah mempermudah perizinan ekspor hasil tani. "Karena kendalanya administrasinya," ujarnya.

Adi mengajak kaum muda agar tidak malu menjadi petani. Menurutnya menjadi seorang petani merupakan pekerjaan mulia.

“Menjadi petani sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya. (fgr/ida)

 

Editor : Agus AP
#Jambu #anggur #plum #sawo raksasa #cherry #kelengkeng #mangga #Mamey Sapote #ALPUKAT #strawbery