Anggaran Menipis, Semarang Zoo Krisis Pakan Satwa

Agus AP • Dipublikasikan Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:09 WIB
Photo
Photo
RADARSEMARANG.ID, Semarang Sudah sebulan lebih Semarang Zoo tutup. Selain karena pandemi, masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4 yang terus diperpanjang juga turut mempengaruhi operasional. Padahal pemasukan dari tiket pengunjung di Semarang Zoo punya peran besar dalam semua dana operasional. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa yang kini berada di ambang krisis.

Direktur Semarang Zoo Choirul Awaluddin mengetakan, jika operasional di Semarang Zoo tetap berjalan meskipun off total sejak 22 Juni lalu. Inovasi ia lakukan agar bisa menjaga dan memberi pakan kepada satwa koleksi mereka.

"Misalnya, lewat program fooding virtual, pengunjung bisa membeli pakan atau donasi dan kita akan live di sosmed, mereka bisa request binatang apa yang diberikan. Ini kita lakukan untuk mengurangi beban opersional,"katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, dari anggaran yang ada saat ini, diperkirakan hanya bisa bertahan sekitar satu sampai dua bulan ke depan. Dengan demikian, jika dalam waktu dekat objek wisata itu tidak dibuka, dikhawatirkan satwa akan kekurangan makanan. Saat ini, lanjut dia, Semarang Zoo memiliki koleksi 53 jenis hewan dengan jumlah binatang sebanyak 280-an ekor. Untuk hewan pemakan daging, misalnya ada harimau, buaya, singa, dan beberapa burung.

“Setiap hari, untuk memberikan makan satu harimau saja dibutuhkan lima kilogram daging. Padahal kami memiliki koleksi 12 harimau dan hewan pemakan daging lain yang jumlahnya puluhan. Dalam sebulan dibutuhkan dana sekitar Rp 180 juta,” terang Awaludin.

Kemarin, donasi untuk pakan satwa koleksi Semarang Zoo diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Tim Penggerak PKK Kota Semarang. Donasi yang diberikan berupa pakan hewan, antara lain 200 kilogram daging ayam, 1 ton ketela, 3.000 ikat rumput, 60 sisir pisang, 100 kilogram pepaya, dan 100 kilogram jagung pipil. Selain itu, pihak PDAM Tirta Moedal Kota Semarang juga memberikan bantuan paket sembako.

"Bantuan ini merupakan kepedulian dari Tim Penggerak PKK Kota Semarang kepada hewan di Semarang Zoo, apalagi sebulan lebih ini mereka tutup," kata Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi.

Tia –sapaan akrabnya-- juga berkesempatan memberikan pakan kepada hewan yang ada di Semarang Zoo, seperti harimau benggala, rusa, dan gajah. Ia beharap agar penutupan sementara ini bisa digunakan untuk melakukan perbaikan sarana prasarana, dan kebersihan kandang.

"Bisa digunakan untuk perbaikan kandang ataupun membangun sarana lainnya, karena tidak ada pengunjung. Tadi saya lihat ada beberapa pembangunan yang dilakukan," jelasnya.

Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari menambahkan, donasi yang diberikan kepada Semarang Zoo bukan berasal dari APBD, melainkan iuran dari para pegawai Disbudpar. Iin –panggilan akrabnya--mengaku tergerak untuk membantu para pekerja seni dan wisata, serta pakan hewan koleksi Semarang Zoo.

"Bukan hanya kepada seniman atau pelaku wisata, hewan juga kita perhatikan agar tetap sehat. Misalnya, PPKM selesai dan pariwisata boleh buka, tentu mereka akan lebih siap menerima pengunjung," katanya.

Ia berharap, selama penutupan PPKM bisa menjadi sarana untuk membenahi Semarang Zoo agar lebih baik. "Misalnya dengan perbaikan sarana dan prasarana, kesehatan hewan juga diperhatikan untuk merawat hewan di sana," bebernya. (den/aro) Editor : Agus AP
top Semarang Zoo