RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Empat program studi di Fakultas Dakwah UIN Salatiga dibedah melalui Audit Mutu Internal (AMI), Selasa (13/10). Audit tidak sekadar mengecek kelengkapan dokumen, tetapi menguji pelaksanaan standar sekaligus mencari celah yang harus segera diperbaiki.
Empat prodi yang menjalani audit tersebut yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Dakwah (MD), Psikologi Islam (PI), serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Sebanyak delapan auditor diterjunkan. Masing-masing prodi diperiksa dua auditor dengan pendampingan observer dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga.
Baca Juga: AI Masuk Pendidikan Musik, Buku Logika Bunyi Soroti Posisi Tradisi Nusantara
Wakil Dekan I Fakultas Dakwah UIN Salatiga Prof. Dr. Abdul Azis Pratama, M.M. menegaskan, AMI harus dimanfaatkan pengelola prodi untuk melihat secara terbuka kondisi mutu masing-masing. Temuan audit justru menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan.
“Walaupun masih berada pada level internal, audit ini sangat penting sebagai langkah evaluasi, pembenahan, dan persiapan untuk peningkatan mutu ke depan,” katanya.
Menurut Azis, peningkatan mutu tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola prodi. Dibutuhkan sinergi antara pimpinan fakultas, program studi, auditor, LPM, hingga Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF).
Kepala Pusat Penjaminan Mutu Universitas Ibdaul Latifah, M.Pd. menjelaskan, AMI digunakan untuk mengukur kesesuaian pelaksanaan akademik dan tata kelola prodi dengan standar yang telah ditetapkan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Audit dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, verifikasi bukti, klarifikasi hingga identifikasi temuan. Hasilnya kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan bagi masing-masing program studi.
GJMF Fakultas Dakwah selanjutnya mengawal agar temuan tersebut tidak berhenti menjadi catatan di atas kertas. Hasil audit harus masuk dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), sehingga kekurangan yang ditemukan memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur.
Pengawalan itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesiapan empat prodi menghadapi akreditasi. Mulai pembenahan tata kelola akademik, kelengkapan bukti kinerja, ketercapaian standar hingga pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Melalui AMI 2026, Fakultas Dakwah mendorong budaya mutu tidak terjebak pada urusan administratif. Audit ditempatkan sebagai instrumen untuk menemukan masalah, melakukan koreksi, sekaligus memastikan kualitas empat program studi terus meningkat.
Editor : Baskoro Septiadi