RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Belajar tak melulu duduk di bangku kelas. Sekat antar-sekolah dan jenjang pendidikan justru dibongkar. Lebih dari 700 siswa dari 12 sekolah bertemu dan belajar bersama, Kamis (8/10).
Menariknya, 100 mahasiswa dari tiga kampus ikut turun menjadi pendamping, moderator, hingga panelis dalam Laku Tumbuh di SDN Kalibeji 01, Kabupaten Semarang.
Bukan lomba. Bukan pula sekadar pameran karya. Laku Tumbuh menjadi ruang perjumpaan siswa untuk menunjukkan proses belajar sekaligus bertukar gagasan. Kegiatan ini digagas School of Life Lebah Putih dan SMP Arunika, dengan SDN Kalibeji 01 sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Turunkan Angka Pengangguran Jateng, Fraksi PPP Dorong UMKM Jadi Mesin Pencipta Kerja
Belasan sekolah yang terlibat membawa karakter pembelajaran masing-masing. Mulai SD, SMP, MTs hingga TK. Mereka antara lain SMP Nusantara, MTs Rolas Nol Telu, SD Edimancoro, SDN Gedangan 1, SDN Rowosari, SD Sraten, SD Candirejo dan TK Mekarsari Kalibeji.
Tak hanya siswa. UKSW, UIN Salatiga dan UNNES mengirim sekitar 100 mahasiswa. Mereka tidak sekadar menjadi penonton. Para mahasiswa terlibat langsung sebagai moderator, panelis dan pendamping dalam berbagai sesi.
Yang ditampilkan pun beragam. Siswa TK belajar lewat lagu dolanan, permainan dan workshop. Siswa kelas 1 dan 2 SD membawa hasil observasi. Kelas 3 menggali informasi lewat wawancara dan mengolah data. Sedangkan kelas 4 dan 5 mengangkat persoalan kota dan membahas kemungkinan aksi.
Kelas 6 tampil dengan Project Langkah Hati. Di jenjang SMP, siswa kelas 7 membahas regulasi emosi remaja. Kelas 8 menggunakan format Pecha Kucha untuk membedah persoalan hingga mencari akar masalah.
Sementara kelas 9 mengusung Local Heroes, Local Action untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar sekaligus merancang aksi nyata.
Meski berbeda tema, semuanya punya benang merah. Anak tidak hanya diminta menerima materi. Mereka diajak melihat, bertanya, mencari informasi, mencoba, mempresentasikan, lalu menerima tanggapan.
Kepala School of Life Lebah Putih menyebut Laku Tumbuh tidak dirancang sebagai kegiatan sekali selesai. Forum tersebut diharapkan menjadi pintu masuk terbentuknya jejaring kolaborasi jangka panjang antarsekolah di Salatiga hingga Kabupaten Semarang.
Sementara Kepala SDN Kalibeji 01 Andika berharap pertemuan tersebut menjadi awal bagi sekolah-sekolah yang terlibat untuk terus bertukar praktik dan membuka kolaborasi baru. Termasuk melahirkan karya yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan masing-masing.
Laku Tumbuh membawa tiga semangat: menguatkan akar, menciptakan karya dan menebar dampak. Sebuah cara untuk menunjukkan bahwa sekolah tak harus berjalan sendiri. Ketika sekat dibuka, ruang belajar anak justru menjadi jauh lebih luas.
Editor : Baskoro Septiadi