Nomor Undian Tertinggal, Panik 30 Menit Sebelum Tampil! Lentera Kasih UKSW Malah Sabet Juara 1 PEKSIMINAS 2026

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB
Tim UKSW Salatiga
Tim Lentera Kasih UKSW Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Panggung nasional belum disentuh. Namun, jantung 12 anggota Lentera Kasih sudah berdegup lebih kencang. Bukan karena takut menghadapi lawan, melainkan karena nomor undian yang wajib dikenakan peserta justru tertinggal di penginapan. Padahal, waktu tampil tinggal sekitar 30 menit.

Kepanikan pun pecah. Beberapa anggota harus bergegas kembali ke penginapan mengambil nomor tersebut. Di tengah persiapan terakhir, mereka harus tetap menjaga fokus agar insiden kecil itu tidak mengacaukan penampilan.

Nomor undian akhirnya kembali. Lentera Kasih naik panggung. Dua lagu dilantunkan. Suara dan gerak berpadu. Dan ketika seluruh penampilan berakhir, kepanikan 30 menit sebelumnya berubah menjadi cerita manis: Vokal Grup Lentera Kasih Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) keluar sebagai Juara 1 Tangkai Lomba Vokal Grup Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.

Baca Juga: Cara membuat STNK Digital di Aplikasi Digital Korlantas Polri Terkini

Bagi Lentera Kasih, trofi itu tidak datang tiba-tiba. Dua tahun sebelumnya mereka hanya mampu meraih Juara 2. Tahun ini, mereka kembali dengan pengalaman yang lebih matang. Tetapi tantangannya bukan sekadar mengalahkan peserta lain. Tantangan terbesar justru menyatukan 12 orang dengan kesibukan, karakter, kemampuan, dan ego yang berbeda.

Latihan dilakukan di sela aktivitas perkuliahan. Ada yang harus mengejar tugas, ada yang memiliki agenda akademik lain. Namun ketika latihan dimulai, semuanya dituntut meninggalkan kepentingan masing-masing dan menjadi satu tim.

Di situlah proses Lentera Kasih sesungguhnya berlangsung. Bukan hanya soal membentuk suara sopran, alto, tenor, dan bass agar terdengar harmonis. Mereka juga belajar mendengar satu sama lain, memahami karakter teman, meredam ego, hingga membangun kepercayaan.

“Rasanya tentu sangat senang. Sebab, dua tahun lalu kami meraih juara dua, tetapi tahun ini Tuhan memberikan hadiah dan berkat yang luar biasa bagi Lentera Kasih sehingga kami bisa mendapatkan juara satu,” ungkap Jeremiah Axel Warobai.

Pada PEKSIMINAS 2026, Lentera Kasih membawakan Pemuda yang diaransemen Kefas Satriya Permana dan Kicir-Kicir dengan aransemen Bagus Gangsar Wibisono. Penampilan diperkuat koreografi yang membuat panggung tidak hanya dipenuhi harmoni suara, tetapi juga gerak.

Bagi Jeremiah, latihan justru menjadi salah satu bagian paling berkesan. Sebab, dari ruang latihan itulah kedekatan antaranggota terbentuk.

“Ketika waktu latihan tiba, kami dapat berkumpul bersama, membangun ikatan dan kedekatan antarindividu yang pada akhirnya menciptakan sebuah tim yang hebat,” katanya.

Lentera Kasih terdiri atas 10 penyanyi dan dua pemusik dari Fakultas Teologi, Fakultas Bahasa dan Seni, serta Fakultas Teknologi Informasi UKSW. Sepuluh penyanyi itu terdiri atas tiga sopran, dua alto, dua tenor, dan tiga bass.

Mereka datang dari latar belakang yang berbeda. Namun di atas panggung, perbedaan itu justru harus melebur. Tidak boleh ada suara yang berjalan sendiri. Tidak boleh ada ego yang lebih tinggi. Semua harus mengikuti satu irama.

Kini, insiden nomor undian yang tertinggal menjadi bagian kecil dari perjalanan besar Lentera Kasih. Sebuah cerita tentang bagaimana kepanikan bisa berubah menjadi kenangan, dan bagaimana 12 mahasiswa dari latar berbeda akhirnya membuktikan bahwa untuk menghasilkan harmoni, mereka lebih dulu harus belajar berjalan bersama.

Juara 1 PEKSIMINAS 2026 pun akhirnya bukan sekadar tentang piala. Ada latihan panjang, waktu yang dikorbankan, ego yang diredam, pertemanan yang dibangun, hingga kepanikan 30 menit sebelum tampil yang justru membuat kemenangan itu semakin berkesan.

Editor : Baskoro Septiadi
peksiminas 2026 UKSW Salatiga Lentera Kasih