RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Jangan buru-buru mencari sekolah dengan nilai tryout TKA tertinggi. Dinas Pendidikan Kota Salatiga menegaskan, tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP bukan ajang perang nilai antarsekolah.
Tryout tersebut justru dirancang untuk membongkar kemampuan awal siswa. Hasilnya menjadi bahan diagnosis bagi sekolah untuk mengetahui bagian pembelajaran yang masih lemah dan perlu segera dibenahi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Mudjiati mengatakan, hasil tryout tidak diarahkan untuk membuat pemeringkatan sekolah.
“TO TKA masih kita fungsikan sebagai tes diagnostik awal. Sehingga berfungsi untuk dijadikan dasar perbaikan oleh masing-masing sekolah,” kata Mudjiati.
Karena fungsinya sebagai alat diagnosis, hasil tryout diserahkan kepada masing-masing sekolah. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mengevaluasi kemampuan siswa sekaligus menentukan langkah perbaikan pembelajaran.
Baca Juga: Cium Bau Tak Sedap dari Rumah, Warga Salatiga Temukan Nenek 78 Tahun Meninggal di Kursi Roda
Mudjiati menegaskan, pihaknya sejak awal sepakat tidak menjadikan hasil tryout sebagai bahan perbandingan capaian antarsekolah.
“Kami sepakat untuk TO TKA ini bukan untuk dibandingkan, namun untuk diagnostik,” tegasnya.
Dia bahkan mengaku belum mengetahui secara keseluruhan hasil tryout TKA tingkat SMP di Kota Salatiga. Sebab, data hasil tes memang tidak diarahkan untuk menjadi satu angka capaian yang kemudian diperingkat.
“Untuk hasil secara keseluruhan saya pribadi malah belum tahu, Mas. Karena kami berikan ke masing-masing sekolah,” ujarnya.
Dengan pola tersebut, sekolah memiliki ruang untuk membaca hasil secara lebih detail. Bukan sekadar melihat siapa yang mendapat nilai tinggi, tetapi menemukan kompetensi yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi siswa.
Hasil tryout pun diharapkan tidak berhenti sebagai angka di lembar evaluasi. Sekolah diminta menjadikannya pijakan untuk memperbaiki pembelajaran sebelum siswa menghadapi TKA sesungguhnya.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi