Daging Aman Tak Cukup Dilihat, Salatiga Luncurkan SeLaDA untuk Lindungi Konsumen

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:12 WIB
Launching SeLada oleh wali kota Salatiga
Launching SeLada oleh wali kota Salatiga

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Jangan asal membeli daging. Masyarakat perlu memastikan pangan yang dibawa pulang ke rumah benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal.

Pesan itu ditegaskan Pemkot Salatiga melalui peluncuran inovasi SeLaDA (Sematkan Label Daging ASUH) di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Jumat (18/9/2026).

SeLaDA diluncurkan Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar semakin cerdas dan kritis dalam memilih pangan asal hewan.

Baca Juga: Warga Jateng Wajib Tahu! Mulai 21 September 2026 Ada Bebas Denda Pajak Kendaraan, Catat Tanggalnya

Selama ini, konsumen kerap menjadikan tampilan fisik dan harga sebagai pertimbangan ketika membeli daging.

Melalui SeLaDA, aspek keamanan pangan ikut ditekankan sehingga masyarakat memiliki perhatian lebih terhadap asal dan jaminan mutu daging yang dikonsumsi.

Robby mengatakan, ketahanan pangan tidak boleh hanya dimaknai sebagai tersedianya bahan pangan.

Pemerintah juga berkewajiban memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi aspek keamanan dan mutu.

“Ketika berbicara tentang pangan, bukan hanya soal tersedia atau tidak, tetapi juga memastikan pangan yang sampai di meja makan keluarga aman, sehat, dan bermutu. SeLaDA menjadi pengingat bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Tanggung jawab tersebut, lanjut Robby, dimulai sejak pangan disediakan, ditangani, diperdagangkan hingga akhirnya berada di meja makan masyarakat. Karena itu, edukasi konsumen menjadi bagian penting dalam membangun budaya pangan aman.

Ketua TP PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan menambahkan, keluarga menjadi pintu pertama dalam membentuk kebiasaan memilih pangan yang aman.

Pengetahuan tersebut kemudian dapat diteruskan kepada anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kualitas pangan harus menjadi bagian dari kesadaran sehari-hari. Perubahan kesadaran paling efektif dimulai dari keluarga, dan di sinilah PKK memiliki peran strategis,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Ir. Syahdani Onang Prastowo, S.T., M.T., mengatakan keterbatasan lahan pertanian di Salatiga juga menuntut inovasi dalam memperkuat ketahanan pangan.

Masyarakat didorong tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu memproduksi pangan dari lingkungan rumah.

Semangat tersebut diwujudkan melalui penyerahan bibit dan perlengkapan tanam padi dalam pot atau galon serta bibit ikan kepada perwakilan TP PKK kecamatan se-Kota Salatiga. Langkah ini diharapkan membuat ketahanan pangan dimulai dari ruang paling dekat, yakni keluarga.

Dengan SeLaDA, Pemkot Salatiga ingin membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat: tidak sekadar membeli daging, tetapi memastikan pangan yang dikonsumsi keluarga benar-benar aman, sehat, utuh, dan halal.

Editor : Baskoro Septiadi
sehat aman retno margiastuti Robby Hernawan