Komisi A Dorong Peremajaan Radio Salatiga, Pemancar Jadi Prioritas

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:59 WIB
Laurent Adrian, sekretaris komisi A DPRD salatiga
Laurent Adrian, sekretaris komisi A DPRD salatiga

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Kondisi sarana dan prasarana Radio Salatiga mendapat sorotan Komisi A DPRD Kota Salatiga. Peralatan siaran yang masih banyak menggunakan teknologi analog dinilai tidak lagi ideal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD Kota Salatiga Laurent Adrian mengatakan, pembenahan Radio Salatiga harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut program dan pengelolaan, tetapi juga menyentuh perangkat utama siaran.

Menurut dia, pemancar menjadi salah satu fasilitas yang perlu mendapat prioritas. Peremajaan pemancar dinilai penting untuk memperluas jangkauan siaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan radio milik Pemkot Salatiga tersebut.

“Radio harus disupport. Kemajuan teknologi harus diikuti dengan pembaruan fasilitas. Peralatannya masih banyak yang analog,” ujar Laurent.

Baca Juga: Kabar Baik, Insentif Guru Non-ASN Salatiga Dianggarkan Rp6,7 Miliar, Dibayar Mulai Oktober 2026

Dia mendorong peremajaan pemancar masuk dalam perencanaan anggaran 2027. Pembaruan tersebut dinilai menjadi langkah penting agar Radio Salatiga tidak tertinggal dan mampu beradaptasi dengan perkembangan media digital.

Sorotan Komisi A tidak hanya terkait fungsi pelayanan publik. Radio Salatiga juga masih memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2026, radio tersebut ditargetkan menyetor sekitar Rp70 juta kepada daerah.

Laurent menilai kontribusi tersebut menunjukkan Radio Salatiga masih memiliki nilai ekonomi. Bahkan, kontribusinya perlu dilihat secara proporsional karena radio juga menjalankan fungsi pelayanan informasi kepada masyarakat.

“PAD memang menurun. Tetapi radio tetap memberikan kontribusi. Karena itu jangan hanya dilihat dari PAD-nya. Radio juga punya fungsi informasi untuk masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia menjadi pekerjaan rumah. Saat ini Radio Salatiga hanya didukung tujuh orang yang seluruhnya berstatus P3K paruh waktu. Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika radio dituntut melakukan transformasi di tengah persaingan media digital.

Karena itu, Komisi A mendorong pembenahan dilakukan secara bersamaan. Peremajaan peralatan, penguatan SDM, dan inovasi program dinilai menjadi tiga hal yang harus berjalan beriringan agar Radio Salatiga tetap hidup, produktif, dan relevan bagi masyarakat.

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
pemancar radio program radio perangkat utama