RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Tiga dari empat mahasiswa angkatan pertama Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berhasil menyelesaikan studi dalam tiga tahun.
Wakil Rektor UKSW Priyo Hari Adi SE MSi PhD Ak mengatakan, sejak awal program doktor tersebut memang dirancang dengan masa studi tiga tahun. Jumlah mahasiswa juga dibatasi maksimal lima orang setiap angkatan.
“Dengan jumlah yang terbatas, bimbingan bisa lebih intensif,” kata Priyo saat memimpin sidang yudisium mahasiswa DIA FEB UKSW, Senin (7/9) sore.
Dari empat mahasiswa angkatan pertama yang masuk pada 2023, tiga di antaranya telah dinyatakan berhak menyandang gelar doktor. Satu mahasiswa lainnya ditargetkan menyelesaikan studi dan mengikuti yudisium sebelum akhir tahun.
Baca Juga: Pendidikan Ekonomi UKSW Latih Tuna Sosial Jadi Barista
“Kami berbangga karena dari empat mahasiswa angkatan pertama, tiga sudah meraih gelar doktor,” ujarnya.
Ketua Prodi DIA FEB UKSW Prof Dr Theresia Woro Damayanti SE MSi Akt mengatakan, tahun ini pihaknya fokus menyelesaikan mahasiswa angkatan pertama. Selanjutnya, program studi akan mendorong penyelesaian mahasiswa angkatan kedua.
Menurut Prof Woro, pembatasan jumlah mahasiswa menjadi salah satu strategi agar proses pendidikan dan bimbingan doktoral berjalan lebih optimal. Program DIA FEB UKSW juga menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin memperdalam bidang akuntansi hingga jenjang doktor.
Dalam yudisium Senin kemarin, dua mahasiswa DIA FEB UKSW dinyatakan meraih gelar doktor. Mereka adalah Dr Utami Puji Lestari, dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang, dan Dr Indra Arifin Djashan, dosen STIE Trisakti Jakarta.
Utami mengangkat disertasi berjudul “Managerial Overconfidence, Corporate Governance, dan Dinamika Manajemen Laba Riil”. Sedangkan Indra menulis disertasi “Top Manager Diversity dan Audit Lingkungan: Perspektif Status Quo Bias”.
Capaian tiga lulusan dalam tiga tahun tersebut menjadi catatan positif bagi Program Studi DIA FEB UKSW yang baru membuka pendidikan doktoral dengan pola penerimaan mahasiswa terbatas dan bimbingan intensif.
Editor : Baskoro Septiadi