Pipa 100 Tahun Masih Digunakan, Ini PR Besar PDAM Salatiga Benahi Layanan Air

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:21 WIB
Dirut PDAM Kota Salatiga
Dirut PDAM Kota Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Jaringan pipa berusia lebih dari 100 tahun masih menjadi bagian dari sistem distribusi air bersih di Kota Salatiga. Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah besar PDAM Kota Salatiga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Direktur PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi mengatakan, terdapat sekitar 11 kilometer jaringan pipa tua yang kondisinya sudah tidak ideal dan membutuhkan peremajaan.

"Sepanjang 11 km pipa kami yang sering mengalami gangguan berupa pecah dan patah karena termakan usia, apalagi pipa peninggalan era Belanda itu usianya sudah sangat tua" kata Imron, Rabu, 2 September 2026.

Baca Juga: Proyek Pengadaan Smart Classroom Rp37 Miliar di Jateng Diduga Mark Up, 50 Saksi Diperiksa

Menurutnya, usia jaringan yang sudah sangat tua membuat pipa lebih berisiko mengalami kerusakan dan kebocoran. Kondisi tersebut tidak hanya dapat mengganggu distribusi air, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap infrastruktur jalan apabila air merembes ke permukaan.

Karena itu, kata dia, peremajaan pipa menjadi salah satu kebutuhan penting PDAM Salatiga. Pembenahan jaringan diharapkan dapat mengurangi potensi kebocoran sekaligus menjaga kelancaran distribusi air kepada pelanggan.

Imron menjelaskan, persoalan jaringan air bersih di Salatiga tidak hanya disebabkan oleh usia pipa. Kondisi geografis Kota Salatiga yang memiliki kontur wilayah naik turun juga menjadi tantangan dalam menjaga tekanan air tetap stabil.

Imron menyebut, perbedaan elevasi menyebabkan tekanan air di sejumlah wilayah tidak merata. Kawasan yang berada di lokasi lebih tinggi maupun jauh dari sumber air berpotensi menerima tekanan air lebih kecil.

"Selain pipa, yang sangat dibutuhkan adalah reservoir. Kontur Salatiga naik turun sehingga tekanan air di beberapa wilayah sangat kecil," jelasnya.

PDAM Salatiga juga terus melakukan penataan jaringan untuk memperbaiki distribusi. Salah satunya yang sudah dilakukan adalah pembenahan di kawasan Warak, Jaringan pasokan di wilayah tersebut telah diubah sehingga aliran air kepada pelanggan menjadi lebih lancar.

Sementara itu, persoalan tekanan air masih menjadi perhatian di wilayah Blotongan. Jarak kawasan tersebut dengan sumber air Kalisombo yang cukup jauh membuat tekanan air berkurang sepanjang jaringan.

"Kalau Blotongan, airnya sangat jauh dari sumber Kalisombo. Tekanannya habis di jalan," ungkap Imron.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM mempertimbangkan penambahan reservoir maupun pencarian sumber air baru. Keberadaan reservoir dinilai dapat membantu menjaga tekanan dan kestabilan distribusi air, khususnya ke wilayah yang berada jauh dari sumber maupun memiliki elevasi lebih tinggi.

Editor : Baskoro Septiadi
imron cahyadi era belanda PDAM Salatiga