RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Pemkot Salatiga menyuntikkan modal Rp3 miliar ke PT BPR Bank Salatiga (Perseroda) melalui APBD Perubahan 2026. Dana tersebut tidak untuk mengendap di bank, tetapi diputar menjadi pinjaman modal bagi pelaku UMKM.
Suntikan modal itu diarahkan untuk memperkuat pembiayaan usaha masyarakat. Bank Salatiga menyiapkan pinjaman tambahan modal dengan plafon Rp75 juta hingga Rp100 juta bagi UMKM yang memenuhi persyaratan.
Direktur Utama Perumda BPR Bank Salatiga Adi Pramono membenarkan adanya penyertaan modal tersebut. "Iya benar kami diberi dana penyertaan modal dari APBD Perubahan 2026 sebesar Rp3 miliar," ungkap Adi kepada KR, Selasa (1/9) sore.
Dana tersebut akan disalurkan melalui skema kredit dengan subsidi bunga dari Pemkot Salatiga. Dengan skema ini, pelaku UMKM mendapat akses tambahan modal untuk mengembangkan usaha dengan beban bunga yang lebih ringan.
Baca Juga: BPR Bank Salatiga Jaga Kepercayaan Nasabah Lewat Tabungan Arisan
Bank Salatiga akan menggandeng Dinas Koperasi dan UKM Salatiga untuk memetakan calon penerima. Langkah ini dilakukan agar pinjaman benar-benar menyasar UMKM yang membutuhkan modal dan memenuhi ketentuan.
Plafon pinjaman yang disiapkan mencapai Rp100 juta. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan kredit UMKM melalui program Kurda yang saat ini berada di kisaran Rp20 juta.
Namun, Bank Salatiga tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Untuk pinjaman Rp75 juta hingga Rp100 juta, persyaratan agunan dan kemampuan pembayaran akan menjadi pertimbangan dalam proses pencairan.
"Saat ini kredit UMKM yang melalui Kurda besarnya Rp20 juta sehingga tanpa agunan dan kami mengambil risiko kecil. Nah, kalau yang Rp75 juta-Rp100 juta, akan kami pertimbangkan dengan agunan," jelas Adi.
Program tersebut baru mulai digulirkan setelah APBD Perubahan 2026 ditetapkan. Bank Salatiga selanjutnya menyiapkan mekanisme penyaluran dan berkoordinasi dengan dinas terkait.
Suntikan Rp3 miliar ini diharapkan tidak berhenti sebagai tambahan modal bank. Dana APBD tersebut harus berputar menjadi modal produktif yang mendorong UMKM Salatiga naik kelas dan menggerakkan ekonomi daerah.
Editor : Baskoro Septiadi