PBAK FTIK UIN Salatiga 2026, Usung Tema Moderasi dan Ekoteologi

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:56 WIB
Maba FTIK UIN Salatiga dikenalkan etika kampus
Maba FTIK UIN Salatiga dikenalkan etika kampus

RADARSEMARANG.ID - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru tahun 2026. Berlangsung selama dua hari, yakni Kamis–Jumat (20–21/8), kegiatan yang terpusat di halaman Gedung Ahmad Dahlan FTIK UIN Salatiga ini mengusung tema “Transformasi Pendidikan Melalui Moderasi dan Ekoteologi”.

Pada tahun ajaran ini, FTIK UIN Salatiga resmi menyambut sebanyak 671 mahasiswa baru yang tersebar di delapan program studi (prodi). Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) mencatatkan jumlah mahasiswa terbanyak yakni 200 orang, disusul Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 124 orang, serta Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) sebanyak 94 orang. Sementara itu, Tadris Bahasa Inggris diikuti 87 mahasiswa, Tadris IPA 53 mahasiswa, Tadris Matematika 47 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 43 mahasiswa, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebanyak 23 mahasiswa.

Baca Juga: BPR Bank Salatiga Jaga Kepercayaan Nasabah Lewat Tabungan Arisan

Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., dalam arahannya menyoroti pentingnya kedisiplinan berlalulintas bagi para mahasiswa baru di jalan raya. Menurutnya, sikap tertib di jalan merupakan cermin dari tema PBAK yang diusung.

"Sesuai tema PBAK kita, yaitu moderasi dan ekoteologi, sikap saling menghargai sesama pengguna jalan, mematuhi rambu-rambu, memakai helm, dan tidak ugal-ugalan adalah bentuk kepedulian lingkungan serta wujud tenggang rasa (moderasi) dalam kehidupan bermasyarakat," tegas Rasimin.

Ia mengimbau seluruh mahasiswa baru agar senantiasa melengkapi surat-surat kendaraan dan mengenakan helm standar saat berkendara menuju area kampus maupun di wilayah Kota Salatiga demi mewujudkan kampus yang tertib, aman, dan berbudaya.

Tak hanya perihal kedisiplinan jalan raya, para mahasiswa baru juga dibekali strategi penguasaan sistem perkuliahan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FTIK, Dr. Fatchurrohman, S.Ag., M.Pd. Ia menekankan adanya pergeseran pola belajar dari jenjang sekolah ke perguruan tinggi.

"Sistem perkuliahan di perguruan tinggi sangat berbeda dengan masa sekolah. Pembelajaran di FTIK berbasis andragogi (pendidikan orang dewasa) yang menuntut kemandirian, keaktifan berdiskusi, dan inisiatif tinggi dalam mencari literatur," terang Fatchurrohman.

Ia menambahkan bahwa kunci sukses akademik dimulai dari kedisiplinan administrasi, seperti pemahaman pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pemenuhan ambang batas presensi minimal 75 persen, serta keaktifan memanfaatkan platform e-learning kampus.

Sementara itu, tata tertib kehidupan kampus dari segi penampilan turut dipaparkan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FTIK, Prof. Dr. Maslikhah, M.Si. Ia menjabarkan secara terperinci etika berbusana bagi seluruh civitas akademika muda FTIK.

"Seluruh mahasiswa FTIK wajib mengenakan pakaian yang rapi, sopan, menutup aurat, serta tidak ketat. Bagi mahasiswa berpakaian kemeja/pakaian berkerah dan celana kain rapi (bukan jeans robek), sedangkan bagi mahasiswi mengenakan busana muslimah yang sopan serta tidak menerawang," jelas Maslikhah.

Menurutnya, kerapian berbusana merupakan bagian integral dari nilai moderasi dan penghargaan terhadap etika akademik, sehingga mahasiswa diharapkan mampu tampil anggun, santun dalam berperilaku, serta unggul dalam prestasi.

Sebagai upaya meningkatkan daya saing global, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi program unggulan fakultas oleh Direktur Kelas Khusus Internasional (KKI) FTIK UIN Salatiga, Dr. Muslimah Susilayati, M.Pd. Ia mendorong mahasiswa baru untuk mengambil peluang menempuh pendidikan dengan standar internasional.

"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa baru untuk bergabung di Kelas Khusus Internasional. Program KKI ini dirancang khusus agar lulusan kita tidak hanya jago kandang, tetapi memiliki daya saing global, penguasaan bahasa asing yang mumpuni, serta wawasan lintas budaya. Jangan ragu untuk mengambil program ini dan raih pengalaman akademik di kancah internasional," ajak Muslimah antusias.

Editor : Baskoro Septiadi
prof rasimin FTIK UIN Salatiga Program Studi