Dua Mahasiswi UKSW Bawa Nama Indonesia di ACUCA Student Camp Taiwan

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Dua mahasiswa UKSW berprestasi
Dua mahasiswa UKSW berprestasi

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Dua mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) membawa nama kampus dan Indonesia dalam ACUCA Student Camp 2026 di Chung Yuan Christian University (CYCU), Taoyuan, Taiwan.

Keduanya yakni Mielga Runtuwene dari Program Studi S1 Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Caroline Nathania Putri dari Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi. Kegiatan berlangsung hingga Jumat (21/8).

ACUCA Student Camp merupakan program Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA), yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Kristen di Asia. UKSW menjadi salah satu anggota asosiasi tersebut.

Dalam kegiatan bertema “Communities for the Good” itu, Mielga dan Caroline mengikuti diskusi kelompok, bertukar pengalaman, sekaligus membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai negara Asia.

Keduanya juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui Cultural Night. Mielga dan Caroline menampilkan tarian tradisional dalam pertunjukan bertajuk “Wonderful Indonesia” dengan tema “Unity in Diversity”.

Sebelum berangkat ke Taiwan, keduanya dilepas Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy. Mereka diminta memanfaatkan forum internasional tersebut untuk belajar sekaligus membawa nama baik UKSW.

Baca Juga: Toko Peci di Pasaraya 2 Salatiga Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya

“Kalian akan menjadi duta UKSW. Lakukan yang terbaik dengan memberikan kontribusi positif dan berkomunikasi dengan baik selama acara,” ujar Yafet.

Mielga mengaku antusias mengikuti program tersebut. Sementara bagi Caroline, ACUCA Student Camp menjadi pengalaman internasional pertamanya sekaligus kesempatan pertama bepergian ke luar negeri.

“Saya berharap setelah mengikuti program ini, saya bisa memberikan kebaikan bagi komunitas saya,” kata Caroline.

Yafet juga meminta keduanya membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan kampus setelah kembali ke Indonesia. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat dirasakan teman, fakultas, program studi, dan universitas.

Keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional ini sekaligus mendukung komitmen UKSW terhadap SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Langkah tersebut juga sejalan dengan penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan.

Editor : Baskoro Septiadi
goes to asia prof yafet UKSW Salatiga