Gerindra Dorong Pengolahan Sampah Jadi Prioritas Pemkot Salatiga

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:27 WIB
Tiga anggota Fraksi Gerindra DPRD Salatiga saat memberikan keterangan pers
Tiga anggota Fraksi Gerindra DPRD Salatiga saat memberikan keterangan pers

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Persoalan pengelolaan sampah mendapat perhatian Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Salatiga. Pemerintah kota didorong memperkuat program pengurangan dan pengolahan sampah seiring meningkatnya produksi sampah dan keterbatasan kapasitas TPA Ngronggo.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Salatiga, Riawan Woro Endartiningrum, mengatakan pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian lebih dalam penyusunan skala prioritas program pemerintah daerah.

Baca Juga: Tiga Raperda Disahkan, Salatiga Gaspol Perkuat Kesehatan dan UMKM

Menurutnya, program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang digulirkan Pemkot Salatiga merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Namun, di sisi lain, persoalan sampah juga membutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan.

“Kami tidak menolak program KTR. Program pemerintah tentu memiliki pertimbangan dan tujuan yang baik. Tetapi persoalan sampah juga perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujar Riawan.

Dia mengingatkan, kapasitas TPA Ngronggo yang semakin terbatas perlu diantisipasi sejak dini. Pemerintah dinilai perlu menyiapkan pola pengelolaan sampah yang tidak hanya bertumpu pada pembuangan akhir.

“Jangan sampai ketika kapasitas TPA sudah semakin terbatas, kita baru mencari solusi. Perencanaan dan langkah antisipasi perlu dilakukan dari sekarang,” katanya.

Riawan mendorong pengolahan sampah dimulai dari sumber. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau pupuk, sedangkan sampah anorganik seperti plastik bisa dipilah dan didaur ulang.

Selain infrastruktur, dia menilai edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat. Pemilahan sampah dari rumah akan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Pemerintah perlu menyiapkan sistem dan fasilitasnya, sementara masyarakat juga perlu dilibatkan. Dengan begitu, pengelolaan sampah bisa menjadi gerakan bersama,” jelasnya.

Dia berharap Pemkot Salatiga dapat terus menyelaraskan berbagai program dengan kebutuhan yang berkembang di masyarakat. Pengelolaan sampah, kata dia, perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan kota.

“Semua program pemerintah tentu kami dukung. Harapannya, berbagai program tersebut dapat berjalan beriringan dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan persoalan yang paling membutuhkan penanganan,” pungkas Riawan.

Editor : Baskoro Septiadi
fraksi gerindra Kawasan Tanpa Rokok DPRD Salatiga