RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Ketergantungan masyarakat terhadap teknologi digital semakin tinggi. Di sisi lain, kondisi tersebut membuat ancaman terhadap privasi dan keamanan data kian terbuka.
Rektor UIN Salatiga Prof. Zakiyuddin Baidhawy menegaskan, manusia justru menjadi titik paling rentan dalam sistem keamanan digital. Karena itu, keamanan dan privasi harus menjadi prinsip dasar dalam membangun teknologi.
Hal itu disampaikan Zakiyuddin saat membuka Seminar Internasional bertema “Privacy and Cyber Security Awareness” yang digelar Fakultas Dakwah UIN Salatiga di Hotel Laras Asri, Kamis (13/8/2026).
“Semakin berat ketergantungan terhadap digital, semakin terbuka ancaman privacy,” tegas Zakiyuddin.
Menurut dia, digitalisasi telah membawa perubahan fundamental dalam kehidupan manusia. Data digital kini digunakan hampir di seluruh lini dan membuat berbagai aktivitas menjadi lebih cepat dan akurat.
Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Tiga Motor di JLS Salatiga, Satu Tewas
Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan persoalan mendasar. Salah satunya menyangkut siapa yang memiliki dan menggunakan data digital.
“Pertanyaan muncul, siapa pemilik data dan pengguna data saat ini,” ujarnya.
Zakiyuddin menilai persoalan privasi tidak sebatas urusan teknologi. Privasi menyangkut kemanusiaan, etika, hukum hingga peradaban. Karena itu, perlindungannya membutuhkan perhatian serius.
“Cyber security harus kompleks. Titik terlemah dalam dunia digital adalah manusianya. Butuh paradigma baru. Keamanan dan privacy harus menjadi prinsip dasar dalam membangun teknologi,” tandasnya.
Seminar tersebut menghadirkan Prof. Ir. An Braeken dari Vrije Universiteit Brussel dan Prof. Maarten Dequanter dari Erasmusjogeschool Brussel, Belgia. Hadir pula Ibnu Fathur Royana, M.Pd., Kepala Pusat Jurnal UPGRIS, serta Maya Novita, Ph.D., Editor in Chief Asset UPGRIS.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Prof. Abdul Aziz Nugraha Pratama mengatakan seminar tersebut menjadi bagian dari kerja sama internasional. Forum itu sekaligus menjadi upaya memperkuat kesadaran masyarakat akademik terhadap risiko pencurian data, pelanggaran privasi, dan berbagai ancaman di ruang digital.
Editor : Baskoro Septiadi