RADARSEMARANG.ID, Salatiga – BRI Kantor Cabang Salatiga menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp944 miliar hingga Juli 2026. Pembiayaan tersebut menyasar 33.675 debitur, dengan porsi terbesar mengalir ke sektor produktif.
Pemimpin Kantor Cabang BRI Salatiga Matthew Spencer mengatakan, sekitar Rp600 miliar atau 70 persen dari total KUR disalurkan untuk sektor produktif. Pembiayaan itu mencakup perdagangan, pertanian, dan jasa.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Salatiga melalui penyaluran pendanaan usaha,” kata Matthew.
Menurut dia, besarnya penyaluran KUR menunjukkan kebutuhan permodalan pelaku UMKM masih tinggi. Karena itu, akses pembiayaan harus diikuti dengan penguatan kapasitas agar usaha tidak sekadar bertahan, tetapi berkembang.
Matthew menegaskan, sektor perdagangan dan pertanian menjadi salah satu potensi yang terus didorong. BRI berupaya memastikan pembiayaan KUR benar-benar masuk ke kegiatan usaha produktif.
“BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan maupun peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya.
Dukungan BRI tidak berhenti pada pemberian modal. Debitur juga mendapat pendampingan, pelatihan usaha dan edukasi keuangan untuk memperkuat pengelolaan bisnis.
Digitalisasi turut menjadi perhatian. Pelaku UMKM didorong memanfaatkan platform penjualan online untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
“Kami berkomitmen terus mendampingi pelaku UMKM. Tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pelatihan dan program pemberdayaan. Kami terus mendorong pelaku usaha melek digital agar kapasitas usahanya meningkat dan bisa naik kelas,” tegasnya.
Dengan penyaluran yang didominasi sektor produktif, BRI menargetkan KUR tidak hanya menjadi sumber modal, tetapi menjadi pengungkit pertumbuhan usaha dan ekonomi masyarakat Salatiga.
Editor : Baskoro Septiadi