RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengikuti International Undergraduate Research Program 2026 di Universiti Malaysia Sabah (UMS), Malaysia, pada 10–21 Agustus 2026.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan riset mahasiswa sekaligus menuntaskan naskah ilmiah yang ditargetkan dapat dipublikasikan pada jurnal internasional.
Selama program berlangsung, mahasiswa mendapatkan pendampingan dari dosen UIN Salatiga dan akademisi UMS melalui skema joint supervision. Mereka membawa sejumlah tema penelitian yang berkaitan dengan pendidikan, kecerdasan buatan (AI), ekoteologi Islam, pembelajaran bahasa, hingga psikologi sosial.
Dekan FTIK UIN Salatiga Prof. Dr. Rasimin, M.Pd. mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam riset internasional menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi akademik sekaligus memperluas pengalaman mereka dalam lingkungan pendidikan global.
“Melalui agenda ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi demi melahirkan lulusan PTKI yang kompeten, adaptif, berkarakter, serta mampu bersaing di tengah dinamika dunia kerja,” ujar Rasimin.
Menurut dia, kemampuan melakukan riset semakin penting di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan berbagai persoalan global, termasuk isu lingkungan.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Deputy Director Centre for Internationalisation and Global Engagement UMS Assoc. Prof. Dr. Beatrice Lim Fui Yee.
“UMS berkomitmen menyediakan fasilitas dan ekosistem riset yang kondusif agar mahasiswa memperoleh pengalaman global secara optimal,” kata Beatrice.
Salah seorang peserta, Muhammad Zacky Ramadhani, mengatakan pendampingan akademik dari dosen kedua perguruan tinggi membantu mahasiswa mematangkan penelitian yang telah mereka persiapkan.
“Pendampingan intensif dari para pakar UIN Salatiga dan UMS menjadi amunisi krusial untuk mematangkan naskah hingga layak terbit di jurnal internasional,” ungkap Zacky.
Dosen FTIK UIN Salatiga Rr. Dewi Wahyu Mustikasari, Ph.D. menjelaskan, tema penelitian peserta terbagi dalam beberapa rumpun.
Muhammad Zacky Ramadhani mengangkat kajian integrasi Islamic Ecotheology dengan pendampingan Purnomo, M.Pd.I. dan Assoc. Prof. Dr. Abd Aziz Reka.
Pada rumpun pendidikan dan teknologi digital, Ramadhan Bayu Giriansyah meneliti pemanfaatan AI, Ulfa Dwi Lestari mengkaji kesiapan digital madrasah, sedangkan Izzatul Mahya mengangkat strategi peer tutoring. Pendampingan melibatkan Purnomo, M.Pd.I., Dr. Syamsul Azizul Marinsah, Dr. Habibah Artini Ramlie, dan Nur Faizatul Zehan Saari.
Sementara itu, pada bidang Pendidikan Bahasa Inggris, Muhammad David Ridwan meneliti technology-mediated self-assessment bersama Prof. Suyansah Swanto. Muhammad Pandu Rizqillah mengkaji fenomena Korean Wave bersama Assoc. Prof. Dr. Wardatul Akmam Din.
Fika Febriana meneliti integrasi AI bersama Dr. Elaine Ting Pick Dew, sedangkan Nadya Rahma Basuki mengangkat self-regulated learning dengan pendampingan Dr. Alexander Funk Yun Leong.
Pada bidang Pendidikan Bahasa Arab, Muhammad Umar Al Faruq mengkaji visualisasi digital dalam pembelajaran bahasa Arab di bawah bimbingan Wakhidati Nurrohmah Putri, M.Pd.I. dan Dr. Issraq Ramli.
Adapun Wafa Yazid Al Busthomi meneliti fenomena trust issues di kalangan generasi muda bersama Dr. Wahidin dan Dr. Mohd Nur Hidayat Hasbollah Hajimin.
Dewi mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan naskah penelitian yang semakin matang sekaligus membuka peluang publikasi internasional bagi mahasiswa FTIK UIN Salatiga.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama akademik antara UIN Salatiga dan UMS dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan pengalaman internasional mahasiswa.
Editor : Baskoro Septiadi