Salatiga Bidik Investasi Senior Living, 300 Kamar Lansia Disiapkan

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:13 WIB
Wali kota dr Robby Hernawan SpOG memimpin rapat
Wali kota dr Robby Hernawan SpOG memimpin rapat

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Penuaan penduduk mulai dilihat Pemerintah Kota Salatiga sebagai peluang investasi. Pemkot menawarkan Tropical Wellness Village, kawasan terpadu yang menggabungkan layanan kesehatan, rehabilitasi, dan hunian lansia dengan kapasitas 300 kamar.

Proyek Salatiga Geriatric Wellness and Senior Living tersebut dipaparkan Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., dalam Presentasi Akhir Finalis Investment Challenge (IC) di Hotel Gumaya Semarang, Senin (10/8). Pemkot membidik investor untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat layanan lansia terpadu.

Peluang pasarnya dinilai cukup besar. Indonesia telah memasuki fase ageing population. Pada 2025, jumlah lansia mencapai 33,94 juta jiwa atau 11,93 persen dari total penduduk. Di Salatiga, 53,7 persen rumah tangga tercatat memiliki anggota lansia.

Baca Juga: FTIK UIN Salatiga Gandeng DPR RI dan DIKTIS, Siapkan Lulusan PTKI Tembus Dunia Kerja

Angka tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap layanan kesehatan geriatri, fisioterapi, homecare, rehabilitasi hingga hunian khusus lansia akan semakin besar. “Salatiga tidak hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga membangun masa depan,” kata Robby.

Tropical Wellness Village dirancang di Desa Ngemplak, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, dengan luas lahan sekitar 17.658 meter persegi. Akses utama menuju kawasan melalui Jalan Kyai Mbilung.

Kawasan tersebut terbagi dalam dua blok. Blok A seluas sekitar 5.784 meter persegi menjadi pusat layanan medis. Fasilitasnya meliputi klinik geriatri, fisioterapi, diagnostik, homecare, administrasi, area publik, dan parkir.

Sementara Blok B seluas sekitar 11.844 meter persegi menjadi kawasan hunian. Di dalamnya disiapkan 300 kamar lansia, 20 vila lansia, 10 guest room, community hub, dan healing garden. Konsepnya dirancang sebagai satu ekosistem yang menggabungkan tempat tinggal, layanan kesehatan, dan aktivitas sosial.

Bagi investor, proyek tersebut membuka ruang bisnis di sektor yang diperkirakan terus tumbuh seiring bertambahnya populasi lansia. Rantai ekonominya juga tidak berhenti pada layanan kesehatan dan hunian, tetapi berpotensi menggerakkan tenaga kerja, UMKM, jasa pendukung, hingga sektor ekonomi lainnya.

Pemkot Salatiga menyiapkan sejumlah kemudahan investasi melalui Perwali Nomor 33 Tahun 2025. Fasilitas tersebut mencakup insentif fiskal, kemudahan perizinan terintegrasi melalui OSS-RBA, serta fasilitasi lahan dan infrastruktur sesuai ketentuan.

Robby mengatakan, Salatiga ingin mengubah tantangan ageing population menjadi peluang ekonomi sekaligus sosial. “Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis Salatiga dapat menjadi pusat layanan geriatri dan senior living yang unggul di Indonesia,” ujarnya.

Versi ini lebih menonjolkan pasar, kapasitas 300 kamar, peluang bisnis, dan multiplier effect tanpa memasukkan angka investasi yang belum tersedia.

Editor : Baskoro Septiadi
tropical wellness Robby Hernawan