RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Rasa kantuk menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Berangkat dari persoalan itu, tiga pelajar SMKN 2 Salatiga menciptakan SiagaRide, helm pintar yang mampu mendeteksi pengendara mulai kehilangan fokus dan memberikan peringatan melalui getaran.
Cara kerjanya sederhana. Sebuah sensor dipasang di dalam helm untuk memantau posisi kepala pengendara. Ketika kepala tertunduk lebih dari 50 derajat sebagai indikasi mengantuk, sensor mengirimkan data ke mikrokontroler ESP32. Selanjutnya, perangkat tersebut mengaktifkan motor getar di dalam helm agar pengendara kembali tersadar.
"Getaran itu menjadi alarm agar pengendara tidak sampai kehilangan kendali saat mulai mengantuk," ujar salah satu penggagas SiagaRide, M. Gilang.
Untuk membuat prototipe, tim memodifikasi bagian dalam helm. Lapisan gabus dilepas lebih dulu, kemudian dibuat ruang untuk menempatkan rangkaian elektronik. Setelah perangkat terpasang, bagian dalam helm dirakit kembali sehingga tetap nyaman digunakan.
ESP32 dipilih sebagai pusat kendali sistem. Mikrokontroler berukuran kecil itu berfungsi menerima data dari sensor, mengolahnya, lalu mengirimkan perintah ke motor getar. Selain cepat memproses data, ESP32 juga hemat daya dan mudah dikembangkan untuk penyempurnaan berikutnya.
Pembuatan satu prototipe SiagaRide menghabiskan biaya sekitar Rp400 ribu. Meski masih berupa purwarupa, inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan keselamatan berkendara.
SiagaRide pun sukses meraih prestasi pada ajang Krenova Pelajar tingkat Kota Salatiga. Keberhasilan itu membuka peluang pengembangan lebih lanjut agar teknologi tersebut bisa digunakan secara nyata.
Saat ini tim pengembang menggandeng Osaga, layanan transportasi daring, untuk menguji sekaligus mengembangkan sistem pada pengendara sepeda motor. Dukungan juga datang dari Baznas Kota Salatiga yang memberikan bantuan pendanaan guna menyempurnakan inovasi tersebut.
Harapannya, SiagaRide dapat menjadi teknologi keselamatan berkendara yang terjangkau dan mudah diterapkan. Inovasi itu sekaligus menunjukkan kreativitas pelajar mampu menghadirkan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Ketua Bapeda Kota Salatiga Dr Siswo Hartanto menegaskan pihaknya mensupport penuh semua inovasi yang muncul. Baik dari pelajar, masyarakat umum atau perangkat daerah. "Kota Salatiga sudah sangat Siap Inovasi," jelas dia.
Editor : Baskoro Septiadi