Siap Inovasi Terus Digaungkan, Pemkot Salatiga Apresiasi Sidela Teman Moci Pintar Tulis

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Wali kota dr Robby Hernawan SpOG menyerahkan hadiah kepada pemenang Krenova kota Salatiga
Wali kota dr Robby Hernawan SpOG menyerahkan hadiah kepada pemenang Krenova kota Salatiga

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kota Salatiga 2026 dalam apel pagi di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., sebagai bentuk apresiasi atas lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sebanyak 10 inovator dinobatkan sebagai Insan Penggerak Inovasi Daerah 2026. Selain itu, pemerintah kota juga memberikan penghargaan kepada tiga pemenang Lomba Inovasi Tingkat Kota Salatiga kategori perangkat daerah dan tiga tim pelajar penerima bantuan pengembangan inovasi dari Baznas.

Pada kategori perangkat daerah, juara pertama diraih inovasi SIDELA dari Dinas Komunikasi dan Informatika. Juara kedua diraih inovasi Teman Moci (Temukan HIV dengan Mobile VCT pada Populasi Kunci) dari Puskesmas Sidorejo Lor, sedangkan juara ketiga diraih PINTAR TULIS dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Baca Juga: Perombakan Besar di Pemkot Salatiga, 30 Pejabat Resmi Dilantik

Penghargaan Insan Penggerak Inovasi Daerah juga diberikan kepada inovator dari sejumlah perangkat daerah, puskesmas, dan klinik yang berhasil menghadirkan terobosan di bidang pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga digitalisasi layanan.

Sementara itu, pada kategori pelajar, bantuan pengembangan inovasi diberikan kepada tiga karya siswa SMK Negeri 2 Salatiga, yakni SIAGARIDE, SMART FINANCIAL, dan SIGN LANGUAGE GLOVE.

Salah satu dewan juri Krenova kategori perangkat daerah, Dhinar Sasongko, mengatakan inovasi yang diusulkan tidak cukup hanya menawarkan ide baru. Inovasi harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

"Ada tiga aspek utama yang menjadi penilaian, yakni kebaruan, keberlangsungan, dan yang paling penting adalah dampaknya terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi tidak cukup hanya menjadi gagasan, tetapi harus dapat diimplementasikan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata," ujarnya.

Menurut Dhinar, seluruh inovasi telah melalui tahapan administrasi, presentasi, hingga penilaian lapangan. Dewan juri menitikberatkan pada manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar keunggulan konsep.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Salatiga, Siswo Hartanto, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam membangun budaya Siap Inovasi di seluruh perangkat daerah maupun kalangan pelajar.

Menurutnya, pemerintah akan terus memberikan dukungan agar setiap inovasi tidak berhenti di ajang kompetisi, melainkan dapat diterapkan dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Tahun depan penyelenggaraan Krenova akan kami tingkatkan lagi. Kami ingin semakin banyak inovasi lahir dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, maupun masyarakat. Pemkot Salatiga berkomitmen memberikan ruang dan dukungan penuh bagi setiap inovasi yang bermanfaat," katanya.

Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, pendidik, dan pelajar untuk terus menghadirkan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, budaya inovasi menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan warga.

Editor : Baskoro Septiadi
siswo Hartanto Robby Hernawan