Salatiga Jadi Titik Konsolidasi Doktor PAI, Siapkan Lompatan Menuju Panggung Global

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 04:13 WIB
Para peserta
Para peserta Munas APDOK PAI 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Kota Salatiga menjadi pusat konsolidasi pengelola Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengelola Program Doktor Pendidikan Agama Islam (APDOK PAI), para akademisi menyusun strategi memperkuat mutu pendidikan doktoral agar mampu bersaing di tingkat global.

Munas yang digelar di Hotel Laras Asri, Rabu (29/7), dihadiri sekitar 70 persen pengelola Program Doktor PAI se-Indonesia. Forum tersebut mengangkat tema "Reimagining Pendidikan Islam: Program Doktor PAI Sebagai Episentrum Inovasi dan Kolaborasi Global".

Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag., menegaskan Program Doktor PAI harus menjadi pusat lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan zaman, bukan sekadar penyelenggara pendidikan jenjang tertinggi.

Baca Juga: OTT Bupati Pemalang, Gubernur Luthfi: Sudah Sampai Nyinyir Kami Ingatkan

"Program doktor harus menjadi ruang lahirnya inovasi keilmuan yang mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing akademik sekaligus meningkatkan kontribusi Pendidikan Agama Islam di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Direktur Pascasarjana UIN Salatiga, Prof. Dr. Asfa Widiyanto, M.A., mengatakan penyelenggaraan Munas di Salatiga menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus menyusun arah baru pengembangan Program Doktor PAI yang lebih adaptif terhadap dinamika global.

Menurutnya, transformasi Program Doktor PAI harus didorong melalui penguatan riset, inovasi akademik, serta kolaborasi internasional agar mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing.

Pembina APDOK PAI, Prof. Dr. Maragustam, M.A., menilai Program Doktor PAI memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak pemikir, akademisi, dan intelektual Muslim yang mampu memberikan solusi atas persoalan keumatan, kebangsaan, hingga tantangan global.

Karena itu, peningkatan mutu akademik, kolaborasi riset, dan publikasi ilmiah bereputasi internasional harus menjadi agenda bersama seluruh pengelola Program Doktor PAI di Indonesia.

Ketua APDOK PAI, Dr. Silahuddin, M.Ag., menegaskan Munas bukan hanya forum organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan visi, berbagi praktik terbaik, dan merumuskan strategi peningkatan kualitas penyelenggaraan Program Doktor Pendidikan Agama Islam.

Munas APDOK PAI di Salatiga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang memperkuat posisi Program Doktor PAI sebagai pusat inovasi keilmuan, penggerak kolaborasi nasional dan internasional, serta pilar penting dalam membangun pendidikan Islam Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat global.

Editor : Baskoro Septiadi
apdok pai prof Miftahuddin UIN Salatiga