Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

10 UMKM Salatiga Lolos Kurasi Jateng, dari Batik hingga Abon Ikan Siap Tembus Pasar Lebih Luas

Dhinar Sasongko • Kamis, 16 Juli 2026 | 05:51 WIB
10 UMKM Salatiga Naik Kelas
Ketua Dekranasda ny Retno Robby dan kepala Dinas Koperasi dan UKM Bayu Joko Mulyono

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Sebanyak 10 UMKM Kota Salatiga dinyatakan lolos kurasi Tim Kurator Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah di Dekranasda Kota Salatiga, Rabu (15/7/2026). Produk yang lolos berasal dari sektor fesyen, kriya, dan makanan olahan yang dinilai memiliki kualitas serta potensi pasar untuk dikembangkan lebih luas.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Bayu Joko Mulyono, mengatakan hasil kurasi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk mengikuti berbagai program promosi yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, termasuk kegiatan Live Shopping yang akan digelar pada 19 Juli 2026.

Baca Juga: Penerima Beasiswa Bakti BCA Dampingi UMKM Naik Kelas Lewat Program BC Movement

Dari kategori fesyen, Batik Selotigo milik Dewi Nugraheni lolos dengan produk kain batik cap, batik colet, batik klasik, batik lawasan, hingga batik tulis. Batik Trisala milik Merissa juga berhasil lolos dengan beragam motif batik khas Salatiga.

Masih dari sektor fesyen, Markonah milik Aqnie Anne menawarkan produk pakaian berbahan serat organik dengan pewarna ramah lingkungan bersertifikat OEKO-Tex. Produk tersebut telah dipasarkan melalui berbagai platform digital seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, TikTok, Instagram, hingga website.

Pada kategori kriya, Renda by Rima milik Rianly Primawaty J. Toelle menghadirkan aksesori rajutan mikro berbahan benang dan kawat tembaga berkualitas tinggi. Sementara Crenov Art milik Dian Setya Wardani memproduksi tumbler premium berbahan perpaduan stainless steel dan kayu alami.

Di sektor makanan olahan, Rivan's milik Mario lolos dengan produk tingkers original, tingkers wijen, tingkers mete, abon ayam, dan abon sapi. Dzikro milik Agustina membawa produk cokelat kacang sebagai makanan ringan unggulan.

Sementara itu, Dapur 80 milik Widyawati menawarkan aneka makanan ringan seperti makaroni keju dan berbagai jenis keripik. Merpati Food milik Abel Jatayu menghadirkan olahan kedelai dan kacang hijau berupa camilan serta bubuk minuman.

Produk pangan lainnya berasal dari Mina Rejeki milik Muhammad Muslim yang mengolah hasil perikanan menjadi abon ikan mas dan abon ikan lele.

Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, berharap keberhasilan seluruh peserta lolos kurasi menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi.

"Kurasi ini harus menjadi pemicu semangat bagi pelaku UMKM Salatiga untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga kontinuitas produksi, dan bersama-sama naik kelas hingga mampu menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.

Selain mengikuti Live Shopping, sejumlah produk unggulan hasil kurasi juga berpeluang mengisi Galeri UMKM di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Pemerintah berharap promosi melalui kanal digital dan galeri tersebut mampu memperluas pasar, meningkatkan omzet pelaku usaha, serta memperkuat daya saing produk UMKM Salatiga di tingkat nasional.

 

Editor : Baskoro Septiadi
bayu joko mulyono Retno Robby Hernawan umkm salatiga