RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mencatat sejarah dengan meluluskan doktor pertamanya. Stefanus Ariyanto menjadi lulusan perdana prodi tersebut setelah menuntaskan studi doktoralnya dalam waktu kurang dari tiga tahun atau sekitar dua tahun sembilan bulan.
Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa Prodi DIA UKSW mampu mewujudkan target masa studi tiga tahun tanpa mengurangi kualitas akademik. Dalam ujian akhir disertasi yang digelar baru-baru ini, Stefanus mempertahankan penelitian bertajuk Kecemasan Digital dan Niat Pengembangan Diri Auditor melalui Pelatihan Digital.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW, Profesor Dr. Theresia Woro Damayanti, S.E., M.Si., Akt., mengatakan kelulusan perdana tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan prodi yang dirancang untuk menghasilkan lulusan doktor berkualitas dalam waktu studi yang terukur.
"Ini merupakan lulusan pertama kami. Tentu kami sangat senang, bangga, dan bersyukur. Sesuai yang telah kami janjikan kepada publik, program studi ini dirancang dengan masa studi tiga tahun, dan Pak Stefanus membuktikan bahwa hal tersebut dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas akademik," ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan doktoral dapat berjalan efektif melalui sistem pembelajaran yang terstruktur. Selain itu, penelitian Stefanus juga sejalan dengan keunggulan Prodi DIA UKSW yang berfokus pada bidang behavioral accounting atau akuntansi perilaku.
Dalam penelitiannya, Stefanus menemukan bahwa kecemasan terhadap perkembangan teknologi digital tidak selalu berdampak negatif. Justru, auditor yang memiliki kecemasan terhadap perubahan teknologi cenderung lebih terdorong mengikuti pelatihan digital dan meningkatkan kompetensinya agar mampu beradaptasi dengan tuntutan profesi.
Stefanus mengaku keberhasilannya menyelesaikan studi tepat waktu tidak lepas dari sistem pendampingan yang diterapkan Prodi DIA UKSW. Mahasiswa mendapatkan bimbingan secara sistematis mulai dari bootcamp, pendampingan akademik, hingga proses penyusunan disertasi.
"Kami diarahkan secara sistematis dalam setiap tahap studi. Semua dilakukan melalui bootcamp, bimbingan terstruktur, dan berbagai pendampingan lainnya," katanya.
Capaian ini semakin memperkuat posisi Program Studi Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW sebagai program doktor yang mengedepankan kualitas, ketepatan waktu studi, serta riset yang relevan dengan tantangan transformasi digital. Keberhasilan tersebut juga mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Editor : Baskoro Septiadi