RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Usia senja bukan menjadi alasan untuk berhenti belajar. Semangat itulah yang terlihat dari puluhan peserta Sekolah Lansia Purbaya, Kelurahan Dukuh, Kota Salatiga, saat mengikuti Festival Budaya di Lapangan Kembangarum.
Mengenakan toga, atribut kesehatan, hingga perlengkapan olahraga, para lansia tampil percaya diri sekaligus menunjukkan bahwa belajar bisa dilakukan sepanjang hayat.
Di balik keberlangsungan Sekolah Lansia Purbaya, ada peran Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang selama tiga tahun terakhir konsisten mendampingi kegiatan tersebut.
Baca Juga: IJIMS UIN Salatiga Pertahankan Scopus Q1 Delapan Tahun, Raih Penghargaan Tertinggi Diktis Award 2026
Saat dukungan pembiayaan program mulai berkurang, kampus itu mengambil peran dengan mengirimkan dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk tetap menjaga roda pembelajaran berjalan.
Program Sekolah Lansia Purbaya sendiri mulai berjalan pada 2022 atas inisiasi pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran sempat mengancam keberlangsungan kegiatan.
Melihat kondisi tersebut, UKSW menghadirkan tenaga pengajar dari bidang kesehatan, psikologi, komunikasi, hingga pertanian untuk memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan para lansia.
Wakil Kepala Sekolah Lansia Purbaya, Sugiharto, mengatakan dukungan UKSW menjadi penyelamat program. Menurutnya, kehadiran para akademisi membuat kegiatan tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan.
Baca Juga: Gratis Masuk 10 Hari, Jateng Fair 2026 Pamer Inovasi, Investasi dan Hiburan di PRPP
"Kami sempat mengalami kesulitan karena dukungan yang ada tidak lagi sebesar sebelumnya. Saat itulah UKSW hadir membantu melalui para dosennya. Dukungan itu sangat berarti bagi keberlangsungan Sekolah Lansia," ujarnya.
Tak hanya mempertahankan program, materi yang diberikan juga membawa perubahan bagi para peserta. Muhrowi mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pentingnya menjaga hubungan sosial dan tetap produktif pada masa lanjut usia.
"Setelah mengikuti kegiatan ini, saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari. Pola pikir kami menjadi lebih terbuka dan kami jadi mengetahui cara menjalani masa lansia dengan lebih baik," katanya.
Selain materi pengembangan diri, para peserta juga rutin memperoleh edukasi kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga penyuluhan mengenai pola hidup sehat menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran.
Sulastri, peserta yang telah mengikuti dua angkatan Sekolah Lansia, mengaku manfaat program tersebut sangat terasa. Menurutnya, informasi kesehatan yang diberikan membantu para lansia lebih mandiri dalam menjaga kondisi tubuh.
"Materi kesehatan sangat membantu kami. Ada pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan berbagai informasi yang memang dibutuhkan oleh lansia agar tetap sehat dan mandiri," tuturnya.
Bagi UKSW, pendampingan tersebut menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Pengetahuan yang selama ini berkembang di ruang akademik diterapkan langsung untuk menjawab kebutuhan warga, khususnya kelompok lanjut usia.
Melalui kolaborasi lintas disiplin, kampus tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga membangun ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat.
Pendampingan berkelanjutan itu diharapkan mampu menciptakan lansia yang tetap sehat, aktif, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Editor : Baskoro Septiadi