RADARSEMARANG.ID, Salatiga — Wali Kota Salatiga Robby Hernawan melantik dan mengambil sumpah jabatan 15 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Salatiga di Aula BKPSDM Kota Salatiga.
Pejabat yang dilantik yakni Dewi Utari sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Budi Luthfi sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Ywangti sebagai Kepala Bidang Penataan Dinas Lingkungan Hidup, Arif Suryadi sebagai Sekretaris Satpol PP, serta Dyah Karunia sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan.
Selain itu, Haryati S.Pd dilantik sebagai Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Sutomo sebagai Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, Panji Hanief sebagai Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan, Yulia Kristiani sebagai Sekretaris DP3A, dan Risana Vita sebagai Kepala Bidang Keluarga Berencana DP3A.
Pejabat lainnya yang turut dilantik adalah Nurwanto sebagai Kasi Fasilitasi Dinas Pendidikan, Ana Sun sebagai Kepala Sekretariat BPBD, Purwaningsih sebagai Kasi Sosial Kelurahan Randuacir, Eni Rahmawati sebagai Kasi Sosial Kelurahan Tingkir Lor, serta Jlamprong Sumadi sebagai Kasi Trantib Kelurahan Tingkir Lor.
Dalam sambutannya, Robby Hernawan menegaskan bahwa seluruh proses penataan, mutasi, promosi maupun pengangkatan jabatan dilakukan secara objektif dan profesional.
Ia membantah anggapan bahwa perpindahan jabatan dilakukan karena faktor kedekatan pribadi atau kepentingan tertentu.
“Seluruh proses penataan, mutasi, promosi maupun pengangkatan jabatan ini bukan didasarkan pada pertimbangan like atau dislike, bukan karena kedekatan pribadi, dan bukan pula karena kepentingan tertentu. Semua dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, integritas, kinerja, rekam jejak, potensi, serta kebutuhan organisasi,” tegasnya.
Menurutnya, perpindahan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat.
Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat kapasitas birokrasi sekaligus memperluas pengalaman aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Robby mengakui bahwa perpindahan jabatan sering kali menimbulkan perasaan yang tidak mudah bagi pegawai.
Sebab, mereka harus meninggalkan lingkungan kerja yang selama ini menjadi tempat berkembang dan meninggalkan rekan kerja yang telah menjadi bagian dari perjalanan karier mereka.
Baca Juga: Kejari Kota Semarang Terima Pelimpahan Kasus Rokok Ilegal Bermodus Truk Tangki Air dari Bea Cukai
“Meskipun kadang disertai perasaan kurang nyaman karena harus meninggalkan tempat kerja yang selama ini menjadi tempat bertumbuh, meninggalkan rekan kerja yang selama ini menjadi keluarga kedua, namun hal tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan organisasi dan pengembangan karier ASN,” ujarnya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, menjaga integritas, serta memberikan kinerja terbaik untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional dan pelayanan publik yang semakin berkualitas di Kota Salatiga.
Editor : Baskoro Septiadi