Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Atlet Berprestasi Gagal Lolos KKO SMAN 3 Salatiga, Orang Tua dan KONI Pertanyakan Transparansi Seleksi

Dhinar Sasongko • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB
Agus Purwanto, ketua KONI Salatiga
Agus Purwanto, ketua KONI Salatiga

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Proses penerimaan peserta didik baru untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMAN 3 Salatiga menjadi sorotan. Sejumlah orang tua atlet mempertanyakan hasil seleksi setelah anak mereka yang memiliki prestasi olahraga tingkat kota hingga provinsi tidak berhasil lolos. Di sisi lain, KONI Kota Salatiga juga berharap ada transparansi terkait mekanisme dan penilaian yang digunakan dalam seleksi tersebut.

Salah satu orang tua atlet, WLC, mengaku terkejut ketika mengetahui anaknya tidak diterima di KKO SMAN 3 Salatiga. Padahal, menurutnya, sang anak memiliki catatan prestasi yang cukup baik dan telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Anak saya mendapatkan juara Popda tingkat kota, bahkan di Kejurprov juga berhasil meraih prestasi. Saat mengikuti seleksi, informasinya hasil tes juga bagus. Tetapi ketika diumumkan ternyata tidak masuk,” ujarnya kepada Radar Semarang.

Baca Juga: Kronologi Insiden Suami Tusuk Istri Saat Pembagian Rapor di SD Kalipancur Semarang, Korban Sempat Berlari ke Ruang Guru Mencari Pertolongan

Meski demikian, ia mengaku kini telah menerima hasil seleksi tersebut. Namun, dirinya berharap ada keterbukaan informasi mengenai komponen penilaian dan nilai yang diperoleh peserta sehingga orang tua maupun atlet mengetahui faktor yang menyebabkan mereka tidak lolos.

“Kalau ada penjelasan nilai dan komposisi penilaiannya, orang tua bisa memahami kekurangannya di mana. Jadi lebih jelas dan tidak menimbulkan pertanyaan,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Ketua KONI Kota Salatiga, Agus Purwanto. Menurutnya, transparansi menjadi hal penting karena KONI selama ini ikut terlibat dalam proses tes kecakapan atlet yang menjadi salah satu tahapan seleksi KKO.

Agus mengatakan, banyak atlet maupun orang tua yang menanyakan hasil seleksi kepada KONI. Namun pihaknya tidak memiliki informasi terkait bagaimana hasil tes tersebut digunakan dalam perhitungan akhir penerimaan siswa.

“Kami memang diminta membantu melakukan tes kecakapan atlet. Tetapi hasilnya dipakai seperti apa dan bobot penilaiannya bagaimana, kami tidak tahu,” ungkap Agus.

Ia menilai keterbukaan mengenai mekanisme penilaian akan membantu menjaga kepercayaan atlet, orang tua, dan insan olahraga terhadap program KKO yang selama ini menjadi salah satu wadah pembinaan atlet pelajar di Salatiga.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 3 Salatiga, Supriyanto, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah dilaksanakan sesuai regulasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurutnya, penerimaan siswa KKO tidak hanya mempertimbangkan prestasi olahraga. Ada sejumlah komponen lain yang menjadi dasar penilaian, seperti hasil tes kemampuan akademik, nilai rapor, serta prestasi yang dimiliki peserta, baik prestasi berjenjang maupun nonberjenjang.

Baca Juga: Libur Sekolah, Pertamina Pertebal Stok Pertalite Hingga 18% di SPBU se-Jateng DIY

“Kami memiliki regulasi dan rumus penghitungan dari provinsi dan menjalankannya sesuai aturan tersebut,” jelas Supriyanto.

Terkait keterlibatan KONI, Supriyanto menyebut sekolah hanya meminta bantuan untuk melaksanakan tes kecakapan atlet. Ia menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi sekolah untuk menggandeng KONI dalam proses seleksi, meski kerja sama tersebut dilakukan untuk mendukung penilaian kemampuan olahraga calon peserta didik.

Editor : Baskoro Septiadi
#agus purwanto #kko sma #seleksi penerimaan kko #KONI Salatiga