RADARSEMARANG.ID – Arus digitalisasi yang semakin kuat pada kehidupan anak usia dini memunculkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Menjawab kondisi tersebut, dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Salatiga, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd., bersama akademisi Universitas Negeri Malang (UM), Tutut Pristiati, S.Sn., M.Pd., meluncurkan buku berjudul Ruang Musikal Phygital dalam Kurikulum Pendidikan Anak Masa Depan.
Buku setebal 260 halaman ber-ISBN 978-634-7733-18-4 itu resmi diperkenalkan Jumat (12/6). Karya tersebut digadang-gadang menjadi referensi baru dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mampu menjawab tantangan era digital.
Viktor yang juga menjabat Sekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga serta Ketua PPIAUD Jateng-DIY menjelaskan, buku tersebut lahir dari keprihatinan terhadap fenomena “generasi menunduk”, yakni anak-anak yang terlalu bergantung pada gawai sejak usia dini.
Menurutnya, pendekatan yang ditawarkan bukan menolak teknologi, melainkan mengintegrasikan teknologi secara sehat melalui konsep *phygital* atau perpaduan ruang fisik dan digital dalam proses pembelajaran.
“Kami tidak ingin anak menjadi konsumen pasif teknologi. Melalui ruang musikal phygital, anak tetap aktif bergerak, berinteraksi dengan lingkungan, sekaligus memperoleh manfaat teknologi secara proporsional,” ujarnya.
Konsep tersebut memanfaatkan aktivitas musik sebagai media utama pembelajaran. Anak diajak terlibat langsung dalam pengalaman fisik melalui gerak, bunyi, dan interaksi sosial, yang kemudian diperkaya dengan dukungan teknologi digital.
Viktor menilai model pembelajaran itu mampu menjembatani kebutuhan generasi masa depan yang hidup berdampingan dengan teknologi tanpa kehilangan pengalaman motorik dan sosial yang penting bagi tumbuh kembang anak.
“Teknologi tidak boleh menggantikan pengalaman fisik anak. Justru harus menjadi alat untuk memperluas wawasan, kreativitas, dan kemampuan reflektif mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Tutut Pristiati menyebut buku tersebut menjadi wujud kolaborasi antarkampus dalam menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia berharap gagasan yang ditawarkan dapat diterapkan secara praktis oleh lembaga PAUD maupun para pendidik dalam menyusun kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan anak masa kini.
“Kami ingin menghadirkan panduan yang aplikatif bagi guru dan lembaga PAUD agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat tanpa mengabaikan kebutuhan perkembangan anak,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PPIAUD) Indonesia, Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I. yang bertindak sebagai kurator buku tersebut.
Menurutnya, karya itu berhasil membaca tantangan disrupsi digital sekaligus menawarkan solusi konkret bagi dunia pendidikan anak usia dini.
“Konsep phygital yang ditawarkan mampu mengubah tantangan digital menjadi peluang untuk stimulasi anak. Ini menjadi solusi yang selama ini dibutuhkan para pendidik agar anak tetap aktif secara fisik sekaligus cakap digital,” tegasnya.
Buku yang diterbitkan Penerbit Langsung Terbit itu dipasarkan dengan harga Rp150 ribu dan diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Editor : Baskoro Septiadi