RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Aduan warga melalui kanal Matur Mas Wali terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Salatiga. Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pihak kelurahan langsung turun tangan melakukan inspeksi ke lokasi.
Tim gabungan melakukan penelusuran sepanjang aliran sungai yang dilaporkan warga setelah sebelumnya berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan Bhabinkamtibmas. Hasil pengecekan menemukan kondisi sungai yang memprihatinkan.
Air sungai tampak berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat yang tercium di sekitar lokasi. Temuan tersebut menguatkan dugaan adanya pencemaran yang telah lama dikeluhkan warga.
Baca Juga: Cara Daftar ASN PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026: Syarat, Lokasi, Cara Daftar dan Jadwalnya
“Kami menemukan aliran sungai yang tercemar, berwarna hitam dan berbau menyengat,” ungkap Kabid Gakkum Satpol PP Kota Salatiga, Huda Einaryana.
Dari hasil penelusuran di lapangan, tim gabungan menduga sumber pencemaran berasal dari aktivitas industri di kawasan sekitar. Kecurigaan sementara mengarah pada salah satu perusahaan yang berada di dekat aliran sungai tersebut.
Tak berhenti di lokasi sungai, petugas langsung mendatangi perusahaan yang diduga terkait untuk melakukan klarifikasi. Tim diterima oleh pimpinan perusahaan dan meminta penjelasan mengenai dugaan pencemaran yang memicu keresahan warga.
Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan sumber pencemaran secara resmi. DLH dan Satpol PP masih melakukan pendalaman serta pengumpulan data untuk memastikan asal limbah yang menyebabkan perubahan warna dan bau pada sungai.
Hasil pemeriksaan lanjutan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan penegakan aturan apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup.
Kasus ini menjadi sorotan karena kondisi sungai yang berubah drastis dinilai berpotensi mengganggu kualitas lingkungan serta aktivitas warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi