RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga langsung tancap gas memperluas jejaring pendidikan ke kancah internasional. Langkah strategis tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Asistensi Mengajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Satuan Pendidikan Kerja Sama di Ruang Rapat Utama Gedung Ahmad Dahlan, kampus setempat, Rabu (20/5).
Saat membuka keran koordinasi, Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., menegaskan bahwa program Asistensi Mengajar MBKM merupakan jurus jitu dan terobosan struktural yang sangat krusial. Program ini dibidik untuk memangkas kesenjangan bakat (talent gap) dengan meremajakan teori pedagogi mahasiswa ke dalam realitas bertaji di lapangan.
Baca Juga: Mantap, Thalita dan Ni Kadek Kompak Lolos ke Babak 32 Besar Malaysia Masters 2026
"Langkah ini sekaligus mengakselerasi pemerataan mutu pendidikan di sekolah yang minim tenaga pendidik lewat penetrasi literasi, numerasi, dan digitalisasi," ujar Prof. Rasimin di hadapan forum.
Dari kacamata sains pendidikan dan tata kelola kebijakan, Prof. Rasimin menilai program ini sukses menepis kekakuan akademis dengan menempa soft skills esensial mahasiswa, mulai dari kepemimpinan hingga resolusi konflik di akar rumput. Efek domino (multiplier effect) dari program ini dinilai ampuh meruntuhkan 'menara gading' perguruan tinggi.
"Kurikulum kampus dipaksa bergerak dinamis dan bertransformasi agar senada dengan realitas di lapangan demi investasi jangka panjang human capital Indonesia. Untuk itu, kami melompat lebih jauh dengan meneken kerja sama dengan sekolah internasional asal Malaysia dan Thailand," cetusnya.
Di panggung yang sama, Kepala Laboratorium FTIK UIN Salatiga sekaligus nakhoda pelaksana program, Guntur Cahyono, M.Pd., membeberkan cetak biru (blueprint) operasional program. Ia mematok empat tahapan taktis yang diarsiteki dengan infiltrasi nilai keislaman dan moderasi beragama.
Baca Juga: SKTP Mei 2026 Belum Terbit Merata Ini Penyebabnya Bapak Ibu Guru
"Konsepnya terintegrasi. Dimulai dari fase perencanaan lewat penyelarasan kurikulum oleh Ketua Prodi demi memuluskan konversi hingga 20 SKS—termasuk PPL dan KKN—serta penggodokan buku pedoman. Arus ini mengalir ke fase kemitraan lewat payung hukum MoU resmi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag," papar Guntur.
Guntur menambahkan, pasca-persiapan matang, mahasiswa akan mengarungi fase pelaksanaan penuh selama satu semester. Mereka dituntut menuntaskan misi akademik berbasis Kurikulum Merdeka, tata kelola non-akademik sekolah, hingga menelurkan proyek inovasi digital.
Secara konkrit, FTIK UIN Salatiga langsung menerjunkan delegasi mahasiswanya ke jaringan sekolah internasional milik Yayasan ADDIN Perak, Malaysia , yang meliputi Sekolah Rendah Islam (SRI) ADDIN , Maahad Tahfiz Al-Quran Wal Qiraat (MTQA) 06 Padang Rengas , dan MTQA 13 Kampung Buaia.
Guna menjaga mutu, fase pemungkas akan dikawal lewat monitoring dan evaluasi ketat berbasis logbook digital di SIAKAD, supervisi berkala Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta penilaian kolaboratif bersama Guru Pamong. "Agustus besok, ketukan pertama diterjunkannya mahasiswa ke sekolah sasaran akan dimulai dan bergulir hingga Desember," tandasnya.
Rakor ini mengumpulkan puluhan guru dan kepala sekolah mitra dalam satu meja untuk menyamakan persepsi. Agenda ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama, memantapkan komitmen seluruh elemen untuk menyukseskan program Asistensi Mengajar MBKM tahun ini.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi