RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Jalur penyelamat di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga kembali memakan korban.
Dua truk bermuatan besar mengalami kecelakaan beruntun di jalur darurat wilayah Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Selasa malam (19/5).
Benturan keras antar kendaraan membuat tiga orang terluka, satu di antaranya mengalami luka berat.
Baca Juga: Jadwal Lengkap SPMB 2026 untuk SMA Negeri, SMK Negeri se Jawa Tengah
Peristiwa menegangkan itu melibatkan Truck Hino bernomor polisi K-8452-QD dan Truck Box Hino bernopol H-8540-NA.
Kedua kendaraan diduga sama-sama mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun JLS.
Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta DS menjelaskan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, truk Hino K-8452-QD awalnya melaju dari arah Cebongan menuju Blotongan.
Namun sesampainya di lokasi kejadian, sistem pengereman kendaraan diduga tidak berfungsi normal.
“Pengemudi berupaya menyelamatkan kendaraan dengan membanting kemudi ke kiri dan masuk ke jalur penyelamat,” jelasnya.
Situasi justru berubah mencekam beberapa saat kemudian. Dari arah yang sama, Truck Box Hino H-8540-NA juga melaju tak terkendali.
Pengemudi diduga mengalami masalah serupa, yakni rem blong, dan mencoba masuk ke jalur penyelamat untuk menghindari kecelakaan lebih besar.
Namun nahas, jarak kedua kendaraan terlalu dekat. Truk box akhirnya menghantam bagian kendaraan di depannya dengan benturan keras di jalur penyelamat tersebut.
Akibat kejadian itu, pengemudi truk Hino berinisial R.F.K., 25, mengalami luka lecet pada tangan kiri dan harus menjalani perawatan di RSUD Kota Salatiga.
Sementara pengemudi truk box, A.S., 37, mengalami retak atau fraktur pada tangan kiri.
Baca Juga: Tabel Ringkasan Gaji ke 13 Tahun 2026 untuk PNS, PPPK, TNI, Polri, Pensiunan dan Pejabat Negara
Korban paling parah dialami penumpang truk box berinisial N.B., 38. Ia mengalami patah pada kedua kaki dan sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya mendapat penanganan medis di RS dr. Soebarkat Tjitrodiatmodjo Salatiga.
Petugas Satlantas Polres Salatiga yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan, pengecekan korban di rumah sakit, hingga pengamanan arus lalu lintas di sekitar jalur kejadian.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat keras tentang tingginya risiko kendaraan berat melintasi turunan ekstrem JLS Salatiga.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi angkutan barang agar memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum perjalanan.
“Terlebih saat melintas di jalur menurun seperti kawasan JLS Salatiga,” tegas AKP Henry.
Saat ini kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Salatiga.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi