Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Dibalik Layar Media Sosial, Mahasiswi UKSW Ini Bongkar Seksisme Digital

Dhinar Sasongko • Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:56 WIB
Gesry Shielda, Mahasiswi UKSW yang sukses tembus nasional
Gesry Shielda, Mahasiswi UKSW yang sukses tembus nasional

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Notifikasi demi notifikasi bermunculan di layar telepon genggam.

Ada komentar tentang bentuk tubuh, cara berpakaian, hingga standar cantik yang terus diarahkan kepada perempuan di media sosial.

Bagi sebagian orang, itu mungkin dianggap biasa. Namun tidak bagi Gesry Shielda Surenayu.

Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana itu justru menjadikan fenomena tersebut sebagai bahan perlawanan melalui tulisan ilmiah.

Baca Juga: Warga Mangkang Kulon Semarang yang Terseret Banjir Ditemukan 150 Meter dari Lokasi Awal

Hasilnya tidak main-main. Gesry sukses meraih Juara II tingkat nasional dalam ajang Indonesian Student Essay Forum 2026.

Perempuan muda itu melihat media sosial bukan hanya ruang hiburan. Di balik unggahan foto dan video singkat, ia menemukan masih kuatnya praktik seksisme yang tumbuh secara halus namun terus diulang setiap hari.

Komentar bernada merendahkan perempuan, standar ganda, hingga penilaian berdasarkan penampilan menjadi kegelisahan yang lama ia rasakan.

Dari keresahan itulah lahir sebuah gagasan yang kemudian ia tuangkan dalam esai kompetisi nasional.

“Kadang bentuknya dianggap bercanda, padahal dampaknya bisa memengaruhi kondisi psikologis seseorang,” ujarnya.

Lewat sudut pandang psikologi, Gesry mencoba membedah bagaimana media sosial dapat membentuk cara pandang masyarakat terhadap perempuan.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital agar generasi muda lebih kritis terhadap konten yang mereka konsumsi setiap hari.

Di tangan Gesry, tulisan bukan sekadar deretan kata. Tulisan menjadi medium untuk menyampaikan keresahan sekaligus menawarkan solusi.

Keberhasilannya menembus podium nasional pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi Universitas Kristen Satya Wacana.

Di tengah maraknya budaya viral dan konten instan, capaian itu menunjukkan bahwa mahasiswa masih memiliki kepedulian terhadap isu sosial yang nyata terjadi di masyarakat.

Bagi Gesry, kemenangan tersebut bukan akhir. Ia berharap isu seksisme digital semakin banyak dibicarakan dan tidak lagi dianggap persoalan sepele.

Sebab di balik layar media sosial yang tampak bebas dan menyenangkan, ada banyak orang yang diam-diam terluka oleh komentar yang dianggap biasa.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gesry shielda #sexisme dan gender #SATYA WACANA #Kota Salatiga