RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Puskesmas Mangunsari terus berbenah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 yang digelar Rabu (13/5/2026), dengan menghadirkan puluhan peserta dari unsur pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga.
Kegiatan diawali dengan safety briefing sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan dan keselamatan layanan di lingkungan puskesmas. Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara penyelenggara layanan kesehatan dengan masyarakat.
Kepala Puskesmas Mangunsari, Kusdini, menegaskan forum ini penting sebagai sarana evaluasi sekaligus perbaikan pelayanan ke depan. Menurutnya, masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar pelayanan semakin responsif terhadap kebutuhan warga.
Baca Juga: Pria di Salatiga Nyaris Dikeroyok Warga Gara-gara Dicurigai Mencuri Kimpul
“Dengan adanya para pemangku kepentingan ini, puskesmas bisa mengetahui jika masih ada kekurangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dr Purwaningrum memaparkan, Puskesmas Mangunsari saat ini melayani 24.873 penduduk di wilayah Mangunsari. Rata-rata kunjungan pasien mencapai 84 orang per hari.
Ia menambahkan, hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) semester II tahun 2025 menunjukkan tren positif. Nilai pelayanan meningkat dan kini meraih predikat baik dengan kategori memuaskan.
Apresiasi datang dari warga. Toha, salah satu Ketua RW di sekitar wilayah layanan, menilai kinerja puskesmas selama ini cukup baik dan semakin terbuka menerima aspirasi masyarakat.
Baca Juga: Tidak Kuat Nanjak, Truk Muatan Paket Terguling di SPBU Silayur Semarang
Meski demikian, sejumlah usulan juga disampaikan. Salah satunya permintaan agar pemberian vitamin bagi warga lanjut usia saat pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) lebih diperhatikan.
“Jangan sampai lansia diabaikan,” ujar salah satu warga dalam forum tersebut.
Melalui forum konsultasi publik ini, Puskesmas Mangunsari diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih prima.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi