Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kampus Ikut Rancang Arah Investasi, UIN Salatiga Jadi Mitra Strategis RUPM 2025–2045

Dhinar Sasongko • Kamis, 7 Mei 2026 | 19:46 WIB
Peserta kegiatan pembahasan arah investasi kota di UIN Salatiga
Peserta kegiatan pembahasan arah investasi kota di UIN Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Peran kampus dalam pembangunan daerah kembali ditegaskan. Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dilibatkan dalam penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kota Salatiga 2025–2045.

Keterlibatan itu diharapkan memperkuat arah kebijakan investasi agar lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Salatiga, Kamis (7/5), Rektor UIN Salatiga Prof Zakiyuddin Baidhawy menegaskan kesiapan kampus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun iklim investasi melalui jalur akademik.

Baca Juga: Direksi Bank BJB Menangis Usai Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Sritex, Langsung Sujud Syukur

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kekuatan pada riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang bisa menjadi penopang kebijakan investasi jangka panjang.

Kepala DPMPTSP Kota Salatiga Agung Nugroho menyambut positif keterlibatan kalangan akademisi dalam penyusunan dokumen tersebut.

Menurut dia, RUPM tidak cukup hanya disusun dari sisi regulasi, tetapi juga perlu berbasis data dan kajian lapangan.

“Penyusunan RUPM ini memerlukan sinkronisasi antara regulasi pemerintah dan kesiapan sumber daya manusia. Kehadiran UIN Salatiga sangat membantu dalam memetakan potensi investasi yang lebih terukur. Kami ingin investor tidak hanya datang, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Dosen UIN Walisongo Semarang Diduga Lecehkan Mahasiswi, Korban Lebih Dari Satu

Ketua Tim Penyusun RUPM Prof Abdul Aziz N.P. menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi menjadi jaminan bahwa dokumen tersebut disusun secara ilmiah dan partisipatif.

Menurut dia, fokus utama bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan investasi, tetapi membangun ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kampus dapat menjadi pusat inovasi dan inkubasi bisnis yang dibutuhkan investor,” katanya.

Sementara itu, Prof Zakiyuddin menilai UIN Salatiga juga memiliki modal besar dari jaringan internasional serta jumlah mahasiswa aktif yang terus bertambah.

Kehadiran mahasiswa asing dinilai menjadi investasi sosial sekaligus ekonomi bagi kota ini.

“Mahasiswa asing adalah agen branding yang membawa nama Salatiga ke dunia internasional. Ini modal penting untuk memperkuat posisi Salatiga sebagai kota tujuan investasi bernilai tambah tinggi,” tandasnya.

Editor : Baskoro Septiadi
#investasi kota #UIN Salatiga #Pemkot Salatiga #Agung Nugroho