RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Salatiga bergerak cepat meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa dan praktisi. Melalui pelatihan penulisan dan publikasi artikel ilmiah, Prodi PIAUD tidak hanya membidik peningkatan kualitas karya ilmiah, tetapi juga membuka jalan bagi mahasiswa untuk lulus sarjana tanpa melalui jalur skripsi konvensional.
Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Utama Gedung Ahmad Dahlan pada Jumat (24/4) ini, mendatangkan pakar untuk membedah strategi menembus jurnal terakreditasi. Hal ini sejalan dengan rampungnya pedoman Tugas Akhir Bukan Skripsi (TABS) di tingkat fakultas.
Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd, yang membuka langsung acara tersebut mengapresiasi inisiatif Prodi PIAUD. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini adalah jembatan bagi mahasiswa untuk memanfaatkan aturan TABS.
Baca Juga: 581 Wisudawan Dikukuhkan, UIN Salatiga Teguhkan Komitmen Moderasi Islam di Usia ke-56
"Saya yakin dari kegiatan ini akan lahir draf artikel yang siap terbit di jurnal nasional scope PAUD, terutama yang terakreditasi Sinta 3. Jika itu tercapai, mahasiswa PIAUD dapat lulus menjadi sarjana tanpa harus menyusun skripsi," jelas Prof. Rasimin di hadapan peserta.
Ketua Prodi PIAUD, M. Agung Hidayatulloh, M.Pd.I, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem akademik di lingkungan prodi. Peserta sengaja diklasifikasikan menjadi tiga segmen: guru TK/RA di Salatiga, mahasiswa, serta alumni.
"Sinergi antara guru, mahasiswa, dan alumni ini menjadi kunci akseptabilitas prodi. Kami ingin keberadaan PIAUD semakin maju, berdampak, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.
Agar pelatihan tidak berhenti sebagai wacana, Sekretaris Prodi PIAUD, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd, memastikan adanya tindak lanjut yang ketat.
Baca Juga: Ramadan Berkah, PIAUD UIN Salatiga-TKIT Miftahul Jannah Pererat Sinergi Akademik
Pasca kegiatan, seluruh dosen homebase PIAUD diterjunkan untuk memberikan pendampingan intensif kepada peserta.
"Dosen kami minta terus memantau hingga artikel benar-benar siap kirim ke jurnal," tegasnya.
Pelatihan ini menghadirkan Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I, Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai narasumber utama.
Ia membekali peserta dengan teknik integrasi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mempercepat proses penulisan berbasis struktur IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).
Maulidya menjelaskan, AI bisa berperan sebagai asisten untuk memetakan research gap serta merapikan narasi teknis pada bagian metode dan hasil. Namun, ia mengingatkan para calon penulis untuk tetap menjaga orisinalitas.
“AI hanyalah mitra dialektis. Penulis wajib memegang kendali penuh, melakukan verifikasi manual pada setiap sitasi untuk mencegah halusinasi informasi, dan menyempurnakan diksi agar standar integritas ilmiah tetap terjaga,” pungkasnya.(sas)
Editor : Tasropi