RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Satya Wacana Salatiga (SWS) kembali menunjukkan wajah inkonsisten.
Bermain di kandang sendiri di GOR Undip, Rabu (22/4/2026), SWS takluk telak 76-102 dari Kesatria Bengawan Solo (KBS) dalam lanjutan IBL 2026.
Alih-alih melanjutkan tren positif usai menang dari Bogor Hornbills, SWS justru tampil tanpa arah. Sejak awal laga, kelemahan tuan rumah sudah terlihat jelas.
Baca Juga: Satya Wacana Salatiga Gagal Menangi Derby Jateng, Dibenamkan Kesatria Bengawan Solo dengan 37 Poin
Kuarter pertama memang masih berimbang, namun tetap ditutup dengan ketertinggalan 18-20. Masalah mulai terbuka lebar di kuarter kedua.
Pertahanan rapuh dan serangan tumpul membuat SWS tak berkutik menghadapi tekanan KBS.
Instruksi pelatih Jerry Lolowang tak berjalan di lapangan. Skor melebar menjadi 39-50 saat halftime.
Memasuki kuarter ketiga, situasi makin memburuk. Akurasi tembakan rendah dan transisi lambat menjadi celah empuk bagi KBS.
Serangan balik lawan berulang kali menembus pertahanan tanpa perlawanan berarti. SWS tertinggal jauh 52-79.
Kuarter akhir hanya menjadi formalitas. Permainan SWS kehilangan energi dan ide. Bahkan saat KBS menarik seluruh pemain asingnya di empat menit akhir, SWS tetap tak mampu mengejar. Selisih angka terlalu jauh, dan laga berakhir memalukan bagi tuan rumah.
Performa tiga pemain asing SWS—Serheii Pavlov, Kevin Kangu, dan Leon Gillmore belum sesuai harapan.
Mereka gagal memberi dampak signifikan, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk, tapi alarm keras. SWS butuh perubahan nyata, bukan sekadar evaluasi normatif, jika tak ingin terus menjadi tim pelengkap di kompetisi.
Pertandingan ini turut disaksikan Presiden SWS Prof Yafet dan Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi.
Namun kehadiran mereka tak cukup untuk mengangkat mental dan performa tim yang tampil di bawah standar.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi