RADARSEMARANG.ID, SALATIGA — Halal bihalal tak sekadar ajang saling memaafkan. Di Kota Salatiga, momentum ini didorong menjadi “bahan bakar” penguatan mutu pendidikan.
Ratusan guru, karyawan, dan pengawas dari jenjang TK/RA/ABA hingga SDLB dikumpulkan dalam satu forum untuk menyatukan visi, Senin (13/4), di Auditorium Universitas Islam Negeri Salatiga.
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, secara tegas menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak bisa ditopang kerja parsial. Menurutnya, halal bihalal harus dimaknai sebagai titik konsolidasi antarpendidik.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Kota Salatiga Turun jadi 4.20 persen, Nina Agustin : kuncinya Kolaborasi
“Guru adalah ujung tombak pembangunan SDM. Kalau soliditas terjaga, mutu pendidikan akan ikut terangkat,” tegasnya.
Ia mengingatkan, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat tak bisa ditawar. Pemkot, lanjutnya, berkomitmen mendorong inovasi dan transformasi pendidikan agar tidak jalan di tempat.
Penegasan serupa disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh. Nasiruddin. Ia meminta para guru tidak berhenti pada seremoni, tetapi menerjemahkan nilai silaturahmi dalam kerja nyata di sekolah.
“Kalau kebersamaan ini kuat, percepatan capaian pendidikan nasional bukan hal yang mustahil,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Marijo menyebut, kegiatan ini sengaja dirancang bukan hanya bernuansa spiritual, tetapi juga menyentuh aspek social emotional learning. Tema “Merawat Persaudaraan, Meningkatkan Mutu Pendidikan” dipilih untuk menegaskan arah gerak pendidikan di Salatiga.
“Relasi yang sehat antarpendidik akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas,” katanya.
Kegiatan makin lengkap dengan tausiyah dari Madit Musyawaroh yang mengajak peserta menjadikan halal bihalal sebagai momentum memperkuat nilai religius dan sinergi di lingkungan pendidikan.
Dengan dorongan kuat dari pemerintah dan soliditas para guru, halal bihalal kali ini tak berhenti sebagai tradisi tahunan. Lebih dari itu, menjadi pijakan untuk mendorong lompatan mutu pendidikan di Kota Salatiga.(sas)
Editor : Tasropi