Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Di Bawah Intiyas Utami, UKSW Tancap Gas: Profesor Melejit, Prodi Unggul Melonjak, Ranking Global Dikejar

Dhinar Sasongko • Jumat, 10 April 2026 | 19:12 WIB
Media gathering dengan Pimpinan UKSW
Media gathering dengan Pimpinan UKSW

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA, Radar Semarang— Kepemimpinan Prof Intiyas Utami di Universitas Kristen Satya Wacana menunjukkan akselerasi nyata.

Dalam kurun sekitar 3,5 tahun, kampus swasta ini mencatat lonjakan signifikan—mulai dari jumlah guru besar hingga pengakuan internasional.

Capaian itu dipaparkan langsung Intiyas dalam media gathering bersama insan pers di Grha Nusantara, Kampus UKSW Jalan Kartini, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Polda Jateng dan UKSW Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Perkuat Riset Hukum dan Transformasi Polri

Yang paling mencolok, jumlah guru besar hampir menyentuh target. Dari target 20 profesor, UKSW telah menambah 18 guru besar baru.

Di saat banyak perguruan tinggi masih kesulitan menambah SDM akademik tertinggi, UKSW justru melesat.

Tak berhenti di situ, kualitas program studi juga terdongkrak tajam.

Jumlah prodi berakreditasi Unggul dan A melonjak dari hanya 10 menjadi 36 program studi. 

Lompatan ini menjadi indikator kuat percepatan mutu akademik di internal kampus.

Baca Juga: Tak Pernah Lihat Singkong Seumur Hidup, Mahasiswa Asing UKSW Ini Pulang dengan Mimpi Jadi Pengusaha

“Ini hasil kerja bersama. Tapi yang jelas, kami tidak ingin berjalan biasa-biasa saja,” tegas Intiyas.

Akselerasi juga terlihat di panggung global. UKSW kini mengantongi bintang 3 Quacquarelli Symonds Star University Rating, bahkan meraih bintang 5 untuk aspek employability dan inclusiveness.

 Di level regional, UKSW masuk peringkat 153 Asia Tenggara versi QS 2025.

Sementara itu, dalam Times Higher Education Impact Rankings 2025, UKSW berhasil menembus kelompok 801–1.000 dunia—sebuah capaian yang menandai mulai diperhitungkannya UKSW di kancah internasional.

Tak puas sampai di sana, Intiyas menegaskan kampusnya tengah bersiap melakukan submission untuk QS Ranking yang lebih kompetitif.

 Langkah ini menjadi sinyal bahwa UKSW tidak sekadar “ikut daftar”, tetapi serius mengejar posisi global.

Baca Juga: 22 Mahasiswa Asing Dikenalkan UKSW Salatiga ke Tradisi Manten dan Aksara Jawa

Namun, bagi Intiyas, prestasi akademik harus berbanding lurus dengan dampak nyata.

Melalui program “UKSW Berdampak”, kampus ini menggarap berbagai persoalan riil masyarakat, seperti program Salatiga Anti Stunting dan Smart Farming Anti Stunting yang telah berjalan satu dekade.

Program tersebut bahkan mengantarkan UKSW meraih GENTING Award 2025 kategori Mitra Pentahelix Perguruan Tinggi—pengakuan langsung dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, inovasi juga terus didorong. Dalam forum tersebut, UKSW memamerkan berbagai produk hasil riset, mulai dari Mushroom Grow Kit, minuman herbal, produk perawatan ramah lingkungan, hingga teknologi Smart IoT Kit. 

Meski deretan capaian terus bertambah, Intiyas mengingatkan satu hal penting: prestasi harus diketahui publik.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis.

“Tanpa dukungan media, capaian ini tidak akan sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Buzzer Beater Nathaniq Bikin UKSW Juarai Liga Mahasiswa Divisi I DIY

Dengan tren capaian yang terus menanjak, kepemimpinan Intiyas kini menjadi penentu: apakah UKSW mampu naik kelas sebagai kampus berdampak global, atau sekadar berhenti sebagai pemain nasional. Saat ini, arahnya sudah jelas—tancap gas.(sas)

Editor : Tasropi
#Media Gathering #UKSW #minuman herbal