Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

"Curhat Bareng Mas Wali” Disorot, Wali Kota Warning OPD, Aduan Warga Tak Boleh Mandek

Dhinar Sasongko • Jumat, 10 April 2026 | 16:53 WIB
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memberi peringatan keras kepada seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak lagi lamban menangani keluhan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin dialog terbuka "Curhat Bareng Mas Wali" di Pendopo Pakuwon, Jumat (10/4/2026).
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memberi peringatan keras kepada seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak lagi lamban menangani keluhan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin dialog terbuka "Curhat Bareng Mas Wali" di Pendopo Pakuwon, Jumat (10/4/2026).

 

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA — Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memberi peringatan keras kepada seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak lagi lamban menangani keluhan masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin dialog terbuka "Curhat Bareng Mas Wali" di Pendopo Pakuwon, Jumat (10/4/2026).

Di hadapan asisten sekda, kepala UPT, hingga camat se-Kota Salatiga, Robby menekankan bahwa tidak boleh ada lagi laporan warga yang berhenti di meja administrasi tanpa tindak lanjut nyata di lapangan.

“Jangan sampai aduan masyarakat hanya dicatat, tapi tidak dikerjakan. Semua harus bergerak cepat dan memberi solusi konkret,” tegasnya.

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi Pemkot, aduan sepanjang Maret 2026 masih didominasi persoalan klasik yang berulang, terutama infrastruktur dan layanan dasar.

Baca Juga: Tarhim Ramadan, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah dalam Pembangunan Kota

Mulai dari jalan berlubang di jalur protokol, perbaikan ruas Jalan Veteran, hingga sistem drainase yang belum optimal dan memicu genangan saat hujan, masih menjadi keluhan utama warga. Selain itu, distribusi air bersih dari PDAM dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam di sejumlah titik juga belum tertangani maksimal.

Kondisi ini, menurut Robby, menunjukkan perlunya perubahan pola kerja birokrasi yang lebih responsif dan tidak menunggu laporan menumpuk.

Ia pun meminta seluruh OPD turun langsung ke lapangan, memverifikasi aduan, dan mengeksekusi penanganan secara cepat melalui koordinasi lintas instansi.

“Kalau perlu, selesaikan di tempat. Jangan tunggu berhari-hari. Masyarakat butuh bukti, bukan janji,” tandasnya.

Dalam forum tersebut, warga juga diberi ruang menyampaikan keluhan secara langsung. Partisipasi itu diapresiasi Wali Kota sebagai sumber data faktual yang harus dijadikan dasar dalam menentukan prioritas pembangunan.

Melalui Curhat Bareng Mas Wali, Pemkot Salatiga berupaya memangkas rantai birokrasi yang selama ini dinilai memperlambat respons layanan. Pemerintah ingin memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat—cepat, tanggap, dan solutif.(sas)

Editor : Tasropi
#distribusi air bersih #Robby Hernawan #Pemkot Salatiga