RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Pemerintah Kota Tanjungpinang membidik peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor ekonomi kreatif (ekraf).
Upaya itu ditempuh dengan belajar langsung ke Kota Salatiga yang dinilai berhasil mengelola UMKM dan ekraf secara terintegrasi.
Kunjungan kerja dipimpin Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, dan diterima Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan di ruang kerjanya, Kamis (2/4).
Baca Juga: SMKN 5 Semarang Kebakaran, Diduga Ini Penyebabnya
Lis mengakui, kontribusi ekraf terhadap pajak daerah, khususnya pajak barang dan jasa tertentu (PBJT), menjadi salah satu fokus utama yang ingin digali.
“Kami ingin melihat bagaimana ekraf bisa didorong menjadi sumber PAD yang nyata,” ujarnya.
Menurut dia, Salatiga menarik karena tidak hanya mengembangkan UMKM sebagai sektor ekonomi, tetapi juga mengaitkannya dengan regulasi, inovasi, hingga sinergi antar-OPD.
Termasuk, bagaimana produk lokal bisa naik kelas dan memiliki daya saing.
Selain itu, rombongan juga mempelajari pola kolaborasi lintas sektor, penguatan marketplace lokal, hingga peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga stabilitas sosial sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menegaskan, kekuatan kota kecil seperti Salatiga justru terletak pada integrasi. Baik antara sektor ekonomi, sosial, maupun budaya.
“Ekonomi tidak bisa berdiri sendiri. Stabilitas sosial, toleransi, dan kolaborasi itu jadi kunci,” katanya.
Ia menjelaskan, Salatiga mengusung visi “Salatiga BEDA” (Bergerak, Energik, Dinamis, Adaptif) untuk mendorong daya saing daerah.
Termasuk memperkuat UMKM dan ekraf agar berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Robby juga menyinggung posisi Salatiga sebagai kota dengan keragaman tinggi. Enam agama dan puluhan etnis hidup berdampingan, yang justru menjadi modal sosial dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.
Diskusi kedua daerah berlangsung intens. Sejumlah isu teknis mengemuka, mulai dari regulasi, skema pembinaan UMKM, hingga strategi meningkatkan kontribusi ekraf terhadap PAD.
Kunjungan ini diharapkan tak berhenti pada studi tiru, melainkan berlanjut pada kerja sama konkret antar daerah.
Dengan target yang sama: memperkuat ekonomi lokal dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.(sas)
Editor : Baskoro Septiadi